Demam Tidak Selalu Berarti Sakit

Demam pada bayi dan anak adalah kenaikan suhu tubuh melebihi 38°C (bila diukur melalui rektal). Menurut dr. Ghazali M.Vinci, Sp.A. dari Brawijaya Clinic, ANZ Square (UOB Building), FL – B1, Podium Thamrin Nine – Jakarta Pusat, kenaikan suhu tubuh dapat saja berbeda pada tiap bayi dan anak. Selain itu, Ghazali mengatakan “Sebenarnya demam tak selalu merupakan kondisi yang membahayakan jiwa.” Continue reading

Advertisements

Mengapa Menggendong Menghadap Depan Tidak Disarankan?

Diterjemahkan bebas dari: Is a Forward-Facing Carrier Any Good?

 

STIMULASI BERLEBIHAN

Ketika bayi digendong menghadap depan, ia akan menerima stimulasi yang terlalu berlebihan dari sekelilingnya. Terlalu banyak hal yang bisa dilihat bayi dalam waktu cepat yang bisa menyebabkan ia menjadi over-excited. Sama halnya seperti saat kita naik roller-coaster, terasa menyenangkan dan seru selama 10 – 15 menit. Tapi apakah masih terasa menyenangkan bila kita naik roller-coaster lebih lama dari itu?

Continue reading

P3K : Benturan Kepala dan Tersedak

Sumber: Pertolongan Pertama pada Si Kecil (Majalah Inspired Kids Edisi Juli 2010)

Tak ada orangtua yang ingin anaknya celaka, tapi risiko itu tak bisa dihilangkan sama sekali meski telah dilakukan pencegahan. Ada baiknya Anda kuasai langkah-langkah P3K agar tak panik saat harus menangani cedera Si Kecil. Pada edisi ini, kami berikan langkah pertolongan pertama untuk benturan kepala dan tersedak. Continue reading

Makanan untuk Bayi Sakit

Sumber: Buku Variasi Makanan Sehat Bayi (Wied Harry Apriadji)

gambar diambil dari SINI

Berikan ASI seperti biasa. Bayi biasanya tetap mau menyusu, tetapi sedikit-sedikit. Bersabarlah untuk terus memberikan ASI. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan ASI lebih sering dari biasanya. Tetaplah rileks dan jangan panik dengan kondisi bayi Anda. tetap konsumsi makanan bergizi dalam jumlah cukup agar produksi ASI tetap baik.

Bayi sakit biasanya malas makan. Ini hal yang wajar dan alamiah. Ketika sedang sakit, sistem metabolisme tubuh mengurangi aktivitasnya untuk mencerna. Sebaliknya, tubuh lebih fokus pada aktivitas penyerapan nutrisi dan pemulihan. Oleh karena itu, ketika bayi sedang sakit sebaiknya berikan makanan yang mudah dicerna. Jus buah atau puree buah bisa diberikan lebih sering. Continue reading

Roseola

diterjemahkan bebas dari: Roseola

TENTANG ROSEOLA

Roseola (juga dikenal dengan istilah penyakit keenam, exanthem subitum, dan roseola infantum) merupakan infeksi virus pada anak-anak, yang umumnya terjadi pada usia antara 6 bulan sampai dengan 2 tahun. Penyakit ini biasanya ditandai dengan demam tinggi selama beberapa hari, yang kemudian diikuti dengan munculnya ruam merah (rash) setelah demamnya turun.

Dua virus yang umumnya menjadi menyebab Roseola: human herpesvirus (HHV – virus herpes manusia) tipe 6 dan tipe 7. Kedua virus ini merupakan jenis yang sama (1 family), yang lebih dikenal dengan nama herpes simplex viruses (HSV), namun HHV-6 dan HHV-7 tidak menyebabkan nyeri demam dan infeksi herpes pada alat kelamin seperti yang disebabkan oleh HSV. Continue reading

Ruam Popok

diterjemahkan bebas dari: Diaper Rash

Ruam popok merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi di mana kulit bayi menjadi perih, memerah, bersisik, dan nyeri bila disentuh. Ruam disebabkan karena iritasi kulit akibat popok kotor yang tidak segera diganti, alergi terhadap bahan popok, deterjen, sabun, atau tisu basah. Lapisan plastik kedap air pada popok sekali pakai (pospak) juga dapat menghambat sirkulasi udara sehingga menjadi lembab dan memunculkan adanya ruam dan jamur. (gambar diambil dari SINI)

Selain itu, ruam popok juga bisa disebabkan oleh perubahan kandungan feses (BAB) bayi akibat pemberian jenis bahan makanan baru. Apabila bayi mengalami diare, ruam popok yang dialami akan menjadi lebih parah. (gambar diambil dari SINI)

Ruam popok yang terjadi selama beberapa hari, walaupun tetap rutin diganti, bisa disebabkan oleh jamur Candida albicans. Jenis ruam popok ini berwarna kemerahan dan tidak begitu jelas, serta muncul bintik-bintik merah di sekitar bagian utama ruamnya. Umumnya diawali di bagian-bagian lipatan kulit bayi, kemudian meluas ke bagian depan dan belakang tubuhnya. Pemberian antibiotik pada bayi atau ibu menyusui justru akan mengakibatkan infeksi jamur karena antibiotik akan membunuh bakteri “baik” yang mencegah tumbuhnya jamur Candida ini.

Mencegah Terjadinya Ruam Popok

Cara terbaik untuk mencegah ruam popok adalah dengan menjaga agar kulit bayi tetap bersih dan kering, serta secara rutin mengganti popok agar feses dan urin-nya tidak membuat iritasi kulit.

Yang bisa dilakukan antara lain:

  • Ganti pospak bayi yang kotor atau basah sesegera mungkin
  • Pada waktu-waktu tertentu (di antara waktu ganti popok), bersihkan pantat bayi dengan mengalirkan air hangat
  • Yakinkan bahwa kulit bayi benar-benar kering sebelum memakaikan popok kembali
  • Keringkan kulit bayi menggunakan kain lembut dengan cara ditepuk-tepuk – jangan digosok, karena akan semakin memperburuk iritasi
  • popok jangan terlalu ketat agar tidak terjadi gesekan kulit yang bisa mengakibatkan iritasi

Bila Anda menggunakan cloth diapers, bilas beberapa kali ketika mencuci agar benar-benar bersih dari sisa sabun atau deterjen. Hindari menggunakan cairan pelembut pakaian.

Sejumlah pakar mengusulkan agar membiarkan bayi tanpa popok selama beberapa jam setiap harinya, agar kulit yang iritasi bisa kering dan “bernapas”. Hal ini mudah dilakukan jika Anda menempatkan bayi Anda pada boks dengan kain perlak tahan air atau pada handuk besar di atas lantai.

Bayi yang kulitnya sensitif bisa diberikan krem atau salep popok tiap kali pengantian popok agar terlindung dari iritasi, namun tidak semua bayi membutuhkannya.

Mengobati Ruam Popok

Ruam popok biasanya akan hilang bila Anda lebih rajin mengganti popok kotor bayi Anda. Krem atau salep yang mengandung zinc oxide atau petroleum bisa membantu mengurangi perih dan melindungi dari kelembaban. Krem atau salep harus dilumurkan agak tebal pada kulit setiap kali mengganti popok.

Ruam popok biasanya akan hilang dalam waktu 2 – 3 hari tanpa harus ke dokter, namun bisa juga lebih lama. Bila tetap muncul, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan memberikan obat sesuai dengan tipe ruamnya – krem antijamur, krem antibiotik, atau krem yang mengandung steroid ringan – selama beberapa hari sampai ruamnya hilang.