Makanan untuk Bayi Sakit

Sumber: Buku Variasi Makanan Sehat Bayi (Wied Harry Apriadji)

gambar diambil dari SINI

Berikan ASI seperti biasa. Bayi biasanya tetap mau menyusu, tetapi sedikit-sedikit. Bersabarlah untuk terus memberikan ASI. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan ASI lebih sering dari biasanya. Tetaplah rileks dan jangan panik dengan kondisi bayi Anda. tetap konsumsi makanan bergizi dalam jumlah cukup agar produksi ASI tetap baik.

Bayi sakit biasanya malas makan. Ini hal yang wajar dan alamiah. Ketika sedang sakit, sistem metabolisme tubuh mengurangi aktivitasnya untuk mencerna. Sebaliknya, tubuh lebih fokus pada aktivitas penyerapan nutrisi dan pemulihan. Oleh karena itu, ketika bayi sedang sakit sebaiknya berikan makanan yang mudah dicerna. Jus buah atau puree buah bisa diberikan lebih sering. Continue reading

ASI Perah Berminyak atau Berbau Sabun?

Sumber: milis asiforbaby

Para ibu yang memiliki ASI dengan kadar enzim lipase yang tinggi seringkali menemukan bahwa ASIP mereka sangat berminyak dan berbau seperti sabun. Enzim lipase berfungsi untuk menguraikan kandungan lemak dalam ASI – semakin tinggi kadar enzim ini, maka akan semakin cepat sel-sel lemaknya terurai sehingga menghasilkan ASI dengan bau yang sangat khas tersebut. Akibatnya, banyak bayi yang menolak untuk minum ASIP dengan “bau sabun” padahal ASIP tersebut masih sangat layak untuk diminum. Continue reading

Tips Menjalankan Ibadah Puasa bagi Ibu Menyusui

Sumber: twitter @theurbanmama

  1. Makanlah dengan asupan gizi yang seimbang.
  2. Penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang
  3. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas ibu hari itu. Makanan dengan gizi seimbang menghasilkan sari makanan yg bagus untuk anak.
  4. Perbanyak konsumsi cairan, mulai dari berbuka sampai dengan sahur. Minum air putih 2 liter sehari ditambah dengan cairan lainnya seperti jus, madu, dan susu.
  5. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui.
  6. Minum madu, kurma, dan habbatussauda karena merupakan vitamin alami dan komposisi lengkap yang bisa menjaga kuantitas dan kualitas ASI.

Posted with WordPress for BlackBerry.

FAQ #7: Apakah ASI Perah yang Sudah Mencair Boleh Dibekukan Lagi?

Jika ASI beku telah dicairkan, masih bisa disimpan dalam kulkas biasa sampai 24 jam ke depan. Tetapi ASI tidak boleh dibekukan lagi. Tidak diketahui dengan pasti apakah ASI yang tersisa di botol aman dan masih baik kondisinya untuk diminumkan lagi kepada bayi pada saat minum berikutnya. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya ASI disimpan dalam botol yang tidak terlalu besar, jadi mengurangi sisa ASI yang tidak terminum.

sumber: arsip milis asiforbaby

FAQ #6: Bagaimana Saya Mengetahui Apakah ASI yang Disimpan Sudah Basi?

ASI yang sudah basi akan mengalami perubahan bau dan rasa. Biasanya bayi juga akan menolak bila ASI Perah yang diberikan sudah basi.

Sebenarnya jika Anda mengikuti pedoman pemompaan/pemerasan ASI dan penyimpanan yang baik, ASI tidak akan mungkin basi. Kadang memang setelah disimpan/didinginkan akan terjadi perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak menandakan bahwa ASI sudah basi. Asalkan Anda berada dalam keadaan bersih ketika memompa/memeras, menyimpan ASI dalam botol yang steril & tertutup rapat, dalam jangka waktu yang dijabarkan seperti di atas dan saat memanaskan juga mengikuti petunjuk, mudah-mudahan ASI Anda terjaga dalam kondisi yang baik.

Dibandingkan susu formula, ASI lebih tahan lama. Pada saat berinteraksi dengan udara luar, biasanya yang terjadi bukan pembusukan ASI tetapi lebih merupakan berkurangnya khasiat ASI, terutama zat yang membantu pembentukan daya imun bayi.

sumber: pengalaman pribadi dan arsip milis asiforbaby

FAQ #5: Bagaimana Cara Menghangatkan ASI Perah?

  1. Turunkan ASI Perah dari freezer ke kulkas bawah semalam sebelumnya agar mencair.
  2. Satu jam sebelum waktu minum, keluarkan ASI Perah dari kulkas dan simpan di suhu ruangan.
  3. Sekitar 10 menit sebelum waktu minum, panaskan ASI Perah.

Panaskan ASI dengan cara:

  • membiarkan botol dialiri air panas (bukan mendidih) yang keluar dari keran ATAU
  • merendam botol di dalam baskom/mangkok yang berisi air panas (bukan mendidih)
  • perlahan kocok-kocok ASI sebelum mengukur suhunya. Mengocok secara perlahan juga akan membantu mencampur bagian yang mengental dengan yang cair.

Jangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya dalam panci, menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya (kecuali yang memang di-design untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI)

Anda tentunya mengetahui berapa banyak bayi Anda biasanya sekali meminum ASI. Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tersebut. Misalnya dalam satu botol Anda menyimpan sebanyak 180 cc ASI tetapi bayi Anda biasanya hanya meminum 80 cc, jangan langsung dipanaskan semua. INGAT bahwa susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan lagi.

sumber: pengalaman pribadi dan arsip milis asiforbaby