P3K : Benturan Kepala dan Tersedak

Sumber: Pertolongan Pertama pada Si Kecil (Majalah Inspired Kids Edisi Juli 2010)

Tak ada orangtua yang ingin anaknya celaka, tapi risiko itu tak bisa dihilangkan sama sekali meski telah dilakukan pencegahan. Ada baiknya Anda kuasai langkah-langkah P3K agar tak panik saat harus menangani cedera Si Kecil. Pada edisi ini, kami berikan langkah pertolongan pertama untuk benturan kepala dan tersedak. Continue reading

Makanan untuk Bayi Sakit

Sumber: Buku Variasi Makanan Sehat Bayi (Wied Harry Apriadji)

gambar diambil dari SINI

Berikan ASI seperti biasa. Bayi biasanya tetap mau menyusu, tetapi sedikit-sedikit. Bersabarlah untuk terus memberikan ASI. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan ASI lebih sering dari biasanya. Tetaplah rileks dan jangan panik dengan kondisi bayi Anda. tetap konsumsi makanan bergizi dalam jumlah cukup agar produksi ASI tetap baik.

Bayi sakit biasanya malas makan. Ini hal yang wajar dan alamiah. Ketika sedang sakit, sistem metabolisme tubuh mengurangi aktivitasnya untuk mencerna. Sebaliknya, tubuh lebih fokus pada aktivitas penyerapan nutrisi dan pemulihan. Oleh karena itu, ketika bayi sedang sakit sebaiknya berikan makanan yang mudah dicerna. Jus buah atau puree buah bisa diberikan lebih sering. Continue reading

Roseola

diterjemahkan bebas dari: Roseola

TENTANG ROSEOLA

Roseola (juga dikenal dengan istilah penyakit keenam, exanthem subitum, dan roseola infantum) merupakan infeksi virus pada anak-anak, yang umumnya terjadi pada usia antara 6 bulan sampai dengan 2 tahun. Penyakit ini biasanya ditandai dengan demam tinggi selama beberapa hari, yang kemudian diikuti dengan munculnya ruam merah (rash) setelah demamnya turun.

Dua virus yang umumnya menjadi menyebab Roseola: human herpesvirus (HHV – virus herpes manusia) tipe 6 dan tipe 7. Kedua virus ini merupakan jenis yang sama (1 family), yang lebih dikenal dengan nama herpes simplex viruses (HSV), namun HHV-6 dan HHV-7 tidak menyebabkan nyeri demam dan infeksi herpes pada alat kelamin seperti yang disebabkan oleh HSV. Continue reading

Ruam Popok

diterjemahkan bebas dari: Diaper Rash

Ruam popok merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi di mana kulit bayi menjadi perih, memerah, bersisik, dan nyeri bila disentuh. Ruam disebabkan karena iritasi kulit akibat popok kotor yang tidak segera diganti, alergi terhadap bahan popok, deterjen, sabun, atau tisu basah. Lapisan plastik kedap air pada popok sekali pakai (pospak) juga dapat menghambat sirkulasi udara sehingga menjadi lembab dan memunculkan adanya ruam dan jamur. (gambar diambil dari SINI)

Selain itu, ruam popok juga bisa disebabkan oleh perubahan kandungan feses (BAB) bayi akibat pemberian jenis bahan makanan baru. Apabila bayi mengalami diare, ruam popok yang dialami akan menjadi lebih parah. (gambar diambil dari SINI)

Ruam popok yang terjadi selama beberapa hari, walaupun tetap rutin diganti, bisa disebabkan oleh jamur Candida albicans. Jenis ruam popok ini berwarna kemerahan dan tidak begitu jelas, serta muncul bintik-bintik merah di sekitar bagian utama ruamnya. Umumnya diawali di bagian-bagian lipatan kulit bayi, kemudian meluas ke bagian depan dan belakang tubuhnya. Pemberian antibiotik pada bayi atau ibu menyusui justru akan mengakibatkan infeksi jamur karena antibiotik akan membunuh bakteri “baik” yang mencegah tumbuhnya jamur Candida ini.

Mencegah Terjadinya Ruam Popok

Cara terbaik untuk mencegah ruam popok adalah dengan menjaga agar kulit bayi tetap bersih dan kering, serta secara rutin mengganti popok agar feses dan urin-nya tidak membuat iritasi kulit.

Yang bisa dilakukan antara lain:

  • Ganti pospak bayi yang kotor atau basah sesegera mungkin
  • Pada waktu-waktu tertentu (di antara waktu ganti popok), bersihkan pantat bayi dengan mengalirkan air hangat
  • Yakinkan bahwa kulit bayi benar-benar kering sebelum memakaikan popok kembali
  • Keringkan kulit bayi menggunakan kain lembut dengan cara ditepuk-tepuk – jangan digosok, karena akan semakin memperburuk iritasi
  • popok jangan terlalu ketat agar tidak terjadi gesekan kulit yang bisa mengakibatkan iritasi

Bila Anda menggunakan cloth diapers, bilas beberapa kali ketika mencuci agar benar-benar bersih dari sisa sabun atau deterjen. Hindari menggunakan cairan pelembut pakaian.

Sejumlah pakar mengusulkan agar membiarkan bayi tanpa popok selama beberapa jam setiap harinya, agar kulit yang iritasi bisa kering dan “bernapas”. Hal ini mudah dilakukan jika Anda menempatkan bayi Anda pada boks dengan kain perlak tahan air atau pada handuk besar di atas lantai.

Bayi yang kulitnya sensitif bisa diberikan krem atau salep popok tiap kali pengantian popok agar terlindung dari iritasi, namun tidak semua bayi membutuhkannya.

Mengobati Ruam Popok

Ruam popok biasanya akan hilang bila Anda lebih rajin mengganti popok kotor bayi Anda. Krem atau salep yang mengandung zinc oxide atau petroleum bisa membantu mengurangi perih dan melindungi dari kelembaban. Krem atau salep harus dilumurkan agak tebal pada kulit setiap kali mengganti popok.

Ruam popok biasanya akan hilang dalam waktu 2 – 3 hari tanpa harus ke dokter, namun bisa juga lebih lama. Bila tetap muncul, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan memberikan obat sesuai dengan tipe ruamnya – krem antijamur, krem antibiotik, atau krem yang mengandung steroid ringan – selama beberapa hari sampai ruamnya hilang.

Mastitis

diterjemahkan bebas dari: Mastitis

gambar diambil dari SINI

DEFINISI

Mastitis adalah infeksi di jaringan pada payudara yang menimbulkan rasa nyeri, pembengkakan, panas, dan warna kemerahan pada payudara. Jika Anda mengalami mastitis, kemungkinan Anda juga akan mengalami demam dan menggigil kedinginan. Mastitis umum dialami oleh perempuan yang sedang menyusui (lactation mastitis), walaupun ada juga kasus tertentu yang terjadi pada perempuan yang tidak menyusui.

Umumnya, mastitis laktasi terjadi dalam waktu 3 bulan setelah melahirkan (postpartum), namun bisa juga terjadi sesudahnya dalam masa menyusui. Kondisi ini akan membuat Anda merasa sangat lelah, sehingga menyulitkan untuk mengurus bayi Anda.

Kadangkala mastitis menyebabkan seorang ibu menyapih bayinya lebih cepat di luar keinginannya. Namun sebenarnya Anda dapat tetap terus menyusui walaupun mengalami mastitis.

GEJALA

Tanda dan gejala mastitis dapat muncul tiba-tiba, antara lain:

  • Lemas atau merasa tidak sehat
  • Payudara membengkak
  • Rasa nyeri atau rasa panas terbakar yang terjadi terus-menerus atau selama menyusui
  • Kulit kemerahan, seringkali berbentuk seperti prisma segitiga tidak beraturan (wedge)
  • Demam 38,3 C atau lebih

Walaupun mastitis biasanya terjadi pada minggu-minggu pertama menyusui, mastitis bisa terjadi kapan saja selama periode menyusui. Mastitis laktasi biasaya terjadi pada salah satu payudara – bukan keduanya.

Kapan Harus Ke Dokter

Pada banyak kasus, gejala diawali dengan perasaan meriang seperti sakit flu selama beberapa jam sebelum muncul warna kemerahan yang sakit bila disentuh di salah satu payudara. Bila kedua gejala ini muncul, segera hubungi dokter.

Untuk menegakkan diagnosis, dokter Anda perlu memeriksa Anda langsung. Pemberian obat antibiotik minum cukup efektif untuk mengatasi mastitis. Jika Anda pernah mengalami mastitis sebelumnya, dokter bisa memberikan resep antibiotik melalui telepon. Bila setelah setelah 2 hari minum obat tidak juga ada perubahan, segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan penyebab kondisi ini.

PENYEBAB

Mastitis terjadi ketika bakteri masuk ke dalam payudara melalui luka pada kulit puting atau melalui lubang saluran asi pada puting. Bakteri dari permukaan kulit dan mulut bayi masuk ke dalam pembuluh asi dan berkembang biak – menyebabkan rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan pada payudara seiring dengan semakin parahnya infeksi.

FAKTOR RISIKO

Hal-hal yang meningkatkan risiko mastitis antara lain:

  • Puting yang sakit atau luka, walaupun mastitis juga bisa terjadi tanpa adanya luka pada kulit
  • Sudah pernah mengalami mastitis sebelumnya
  • Hanya menggunakan satu posisi menyusui, yang bisa jadi tidak sepenuhnya mengosongkan payudara
  • Memakai bra yang terlalu ketat, sehingga menghambat aliran asi

KOMPLIKASI

Komplikasi yang bisa terjadi pada mastitis antara lain:

  • Recurrence. Bila Anda pernah mengalami mastitis, ada kemungkinan Anda akan mengalaminya lagi, ketika Anda menyusui bayi yang sama atau anak Anda berikutnya. Hal ini biasanya disebabkan oleh pengobatan yang terlambat atau tidak tepat.
  • Milk Stasis. Ketika payudara tidak sepenuhnya dikosongkan saat menyusui, kondisi milk stasis (produksi asi berlebih) dapat terjadi. Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan pada pembuluh asi dan kebocoran asi pada jaringan payudara di sekitarnya, sehingga timbul rasa sakit dan pembengkakan.
  • Abscess (Bernanah). Bila mastitis tidak segera ditangani dengan tepat, atau terjadi milk stasis, akan muncul nanah dalam payudara. Bila hal ini terjadi, dibutuhkan operasi untuk membersihkan nanah tersebut dari payudara. Untuk menghindari komplikasi ini, segera konsultasikan ke dokter bila muncul tanda atau gejala mastitis.

PERSIAPAN SEBELUM KE DOKTER

Untuk mastitis, Anda bisa membuat janji dengan dokter kandungan, dokter keluarga, atau perawat ahli. Sedangkan untuk masalah terkait menyusui, Anda akan ditangani oleh konsultan laktasi.

Yang Dapat Anda Lakukan

Mempersiapkan diri sebelum pergi ke dokter:

  • Catat semua gejala yang dialami, walaupun kelihatannya tidak ada hubungannya dengan alasan Anda ke dokter.
  • Pelajari kembali informasi pribadi, termasuk apabila mengalami stres berat atau perubahan besar dalam kehidupan Anda.
  • Buat daftar obat, vitamin, dan suplemen yang Anda konsumsi secara rutin.
  • Catat hal-hal yang ingin ditanyakan pada dokter. Buatlah daftar pertanyaan dimulai dari hal yang paling penting dahulu sampai ke hal yang tidak penting, untuk antisipasi bila waktu Anda tidak cukup.

Untuk mastitis, berikut hal-hal mendasar yang bisa ditanyakan:

  • Apakah infeksi ini bisa sembuh sendiri, atau saya butuh pengobatan khusus?
  • Apa yang dapat saya lakukan di rumah untuk mengurangi gejala ini?
  • Bagaimana pengaruhnya terhadap bayi saya?
  • Apa ada alasan tertentu, kenapa saya harus berhenti menyusui?
  • Saya masih menyusui. Apa obat yang diresepkan ini aman untuk dikonsumsi?
  • Berapa lama saya harus mengkonsumsi obat ini?
  • Apa ada kemungkinan infeksi ini muncul kembali? Apa yang dapat saya lakukan untuk mengurangi risiko muncul kembali?

Hal-hal yang Mungkin Ditanyakan oleh Dokter

  • Sudah berapa lama gejala dialami?
  • Apakah Anda mengalami nyeri pada payudara? Seberapa sakitkah?
  • Apakah gejala muncul hanya pada 1 payudara atau keduanya?
  • Bagaimana teknik menyusui Anda?
  • Apakah Anda sudah pernah mengalami infeksi payudara sebelumnya?

TES & DIAGNOSIS

Dokter mendiagnosis mastits berdasarkan pemeriksaan fisik, gejala demam, menggigil, dan daerah yang sakit di payudara. Tanda lainnya yang cukup jelas adalah adanya bentuk prisma segitiga tidak beraturan (wedge ) pada payudara, yang sakit bila disentuh. Selain itu, dokter juga akan memeriksa apakah ada abscess (nanah) -  komplikasi yang timbul bila mastitis tidak ditangani dengan tepat.

PENGOBATAN

Pengobatan mastitis biasanya mencakup:

  • Antibiotik. Pengobatan mastitis umumnya membutuhkan waktu sekitar 10 – 14 hari pemberian antibiotik. Anda bisa jadi sudah merasa sehat 24 – 48 jam setelah mulai meminum antibiotik, namun obatnya tetap harus dihabiskan untuk menurunkan kemungkinan timbul kembali.
  • Perawatan Sendiri. Istirahat, tetap terus menyusui dan minum lebih banyak cairan akan membantu tubuh Anda mengatasi infeksi payudara. Kosongkan payudara yang terinfeksi sesering mungkin. Bila bayi menolak menyusu pada payudara yang sakit, gunakan pompa asi atau perah dengan tangan untuk mengosongkan payudara Anda.
  • Penyesuaian Teknik Menyusui. Kunci utama untuk menghindari mastitis adalah dengan mengosongkan payudara saat menyusui dan posisi perlekatan (latch-on) yang tepat. Dokter Anda mungkin akan me-review teknik menyusui Anda atau menyarankan Anda menemui konsultan laktasi untuk bantuan lebih lanjut.

Bila mastitis yang dialami tidak juga membaik setelah mengkonsumsi antibiotik, konsultasikan kembali dengan dokter. Kanker pembengkakan payudara (suatu jenis kanker payudara yang jarang terjadi) juga bisa memiliki gejala kemerahan dan membengkak yang seringkali rancu dengan mastitis. Dokter akan menyarankan diagnostic mammogram, dan biopsy untuk meyakinkan bahwa Anda tidak terkena kanker payudara.

GAYA HIDUP & PENGOBATAN RUMAHAN

Bila Anda mengalami mastitis, lanjutkan menyusui. Dengan tetap menyusui, infeksi akan lebih cepat sembuh dari payudara Anda.

Untuk mengurangi rasa sakit/tidak nyaman:

  • Tetap menyusui sesuai jadwal rutin Anda
  • Beristirahat sebanyak mungkin
  • Hindari kondisi payudara membengkak sebelum menyusui (karena terlambat menyusui atau ada jadwal menyusui yang terlewatkan)
  • Variasikan posisi menyusui
  • Minumlah lebih banyak cairan
  • Bila Anda kesulitan mengosongkan payudara, lakukan kompres hangat atau mandi dengan air hangat sebelum menyusui atau memompa asi.
  • Gunakan bra yang cocok dan sesuai serta mampu menyokong payudara Anda dengan baik.
  • Sambil menunggu efek antibiotik bekerja, minumlah obat pereda rasa sakit, seperti acetaminophen atau ibuprofen.

Bila menyusui dengan payudara yang terinfeksi terasa sangat sakit atau bayi Anda menolak menyusu pada payudara tersebut, gunakan pompa asi atau perah dengan tangan.

PENCEGAHAN

Untuk mendapatkan teknik menyusui yang tepat sejak awal – dan untuk menghindari komplikasi seperti mastitis – disarankan untuk berkonsultasi dengan konsultan laktasi. Konsultan laktasi dapat memberikan tips dan trik mengenai teknik menyusui yang tepat.

Risiko terjadi mastitis akan berkurang dengan benar-benar mengosongkan payudara saat menyusui. Misalnya, biarkan bayi mengosongkan payudara kiri Anda sebelum pindah ke payudara kanan. Bila bayi hanya menyusu sebentar – atau bahkan tidak sama sekali – pada payudara kanan, untuk jadwal menyusui berikutnya berikan payudara kanan terlebih dahulu.

Mulailah dengan payudara yang berbeda-beda tiap kali menyusui, dan ubahlah posisi menyusui Anda. Yakinkan perlekatan bayi Anda sudah tepat. Yang terakhir, jangan biarkan bayi hanya mengempeng pada payudara Anda. Bayi pada dasarnya senang mengisap dan menemukan kenyamanan dengan mengisap payudara walaupun mereka tidak sedang lapar.