Sekilas tentang Pemberian MPASI

sumber: arsip milis mpasirumahan

  • ASI tetap merupakan makanan utama dan terbaik sampai usia 1 tahun.
  • Jangan tambahkan gula, garam atau penyedap lain dalam makanannya.
  • Selalu gunakan sendok bayi, lalu langsung suapkan makanan. Jangan dicicipi dulu. Continue reading
Advertisements

FAQ #7: Apakah ASI Perah yang Sudah Mencair Boleh Dibekukan Lagi?

Jika ASI beku telah dicairkan, masih bisa disimpan dalam kulkas biasa sampai 24 jam ke depan. Tetapi ASI tidak boleh dibekukan lagi. Tidak diketahui dengan pasti apakah ASI yang tersisa di botol aman dan masih baik kondisinya untuk diminumkan lagi kepada bayi pada saat minum berikutnya. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya ASI disimpan dalam botol yang tidak terlalu besar, jadi mengurangi sisa ASI yang tidak terminum.

sumber: arsip milis asiforbaby

FAQ #6: Bagaimana Saya Mengetahui Apakah ASI yang Disimpan Sudah Basi?

ASI yang sudah basi akan mengalami perubahan bau dan rasa. Biasanya bayi juga akan menolak bila ASI Perah yang diberikan sudah basi.

Sebenarnya jika Anda mengikuti pedoman pemompaan/pemerasan ASI dan penyimpanan yang baik, ASI tidak akan mungkin basi. Kadang memang setelah disimpan/didinginkan akan terjadi perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak menandakan bahwa ASI sudah basi. Asalkan Anda berada dalam keadaan bersih ketika memompa/memeras, menyimpan ASI dalam botol yang steril & tertutup rapat, dalam jangka waktu yang dijabarkan seperti di atas dan saat memanaskan juga mengikuti petunjuk, mudah-mudahan ASI Anda terjaga dalam kondisi yang baik.

Dibandingkan susu formula, ASI lebih tahan lama. Pada saat berinteraksi dengan udara luar, biasanya yang terjadi bukan pembusukan ASI tetapi lebih merupakan berkurangnya khasiat ASI, terutama zat yang membantu pembentukan daya imun bayi.

sumber: pengalaman pribadi dan arsip milis asiforbaby

FAQ #5: Bagaimana Cara Menghangatkan ASI Perah?

  1. Turunkan ASI Perah dari freezer ke kulkas bawah semalam sebelumnya agar mencair.
  2. Satu jam sebelum waktu minum, keluarkan ASI Perah dari kulkas dan simpan di suhu ruangan.
  3. Sekitar 10 menit sebelum waktu minum, panaskan ASI Perah.

Panaskan ASI dengan cara:

  • membiarkan botol dialiri air panas (bukan mendidih) yang keluar dari keran ATAU
  • merendam botol di dalam baskom/mangkok yang berisi air panas (bukan mendidih)
  • perlahan kocok-kocok ASI sebelum mengukur suhunya. Mengocok secara perlahan juga akan membantu mencampur bagian yang mengental dengan yang cair.

Jangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya dalam panci, menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya (kecuali yang memang di-design untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI)

Anda tentunya mengetahui berapa banyak bayi Anda biasanya sekali meminum ASI. Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tersebut. Misalnya dalam satu botol Anda menyimpan sebanyak 180 cc ASI tetapi bayi Anda biasanya hanya meminum 80 cc, jangan langsung dipanaskan semua. INGAT bahwa susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan lagi.

sumber: pengalaman pribadi dan arsip milis asiforbaby

FAQ #4: Bagaimana Cara Menyimpan ASI Perah Yang Baik dan Benar?

  1. Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu atau di dalam kantong ASI yang didesain khusus untuk penyimpanan dalam freezer.
  2. Botol yang paling baik sebetulnya adalah yang terbuat dari gelas/beling,namun jika terpaksa menggunakan botol plastik, pastikanlah bahwa plastiknya cukup kuat (tidak meleleh jika direndam dalam air panas).
  3. Jangan pakai botol susu yang berwarna/bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas.
  4. Jangan lupa bubuhkan label setiap kali Anda akan menyimpan botol ASI, dengan mencantumkan tanggal dan jam ASI dipompa/perah.
  5. Simpan ASI di dalam botol yang tertutup rapat (jangan ditutup dengan dot, karena masih ada peluang untuk berinteraksi dengan udara).
  6. Jika dalam satu hari Anda memompa/memerah ASI beberapa kali, bisa saja Anda menggabungkan hasil pompa/perah tersebut dalam botol yang sama, dengan catatan bahwa suhu tempat botol disimpan stabil, antara 0 s/d 15 derajat Celcius. Penggabungan hasil simpanan ini bisa dilakukan asalkan jangka waktu pemompaan/perah pertama s.d. terakhir tidak lebih dari 24 jam.

sumber: arsip milis asiforbaby

FAQ #3: Berapa Lama ASI Perah Bisa Disimpan Pada Suhu Freezer?

ASI hasil pompa/perasan dapat disimpan dalam freezer biasa sampai 3 (bulan) lamanya. Namun Anda jangan menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer, karena bagian ini yang mengalami perubahan dan variasi suhu udara terbesar.

Jika Anda kebetulan memiliki freezer penyimpan daging yang terpisah (biasanya disebut deep freezer) yang umumnya memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa, maka ASI hasil pompa/perasan bahkan dapat disimpan sampai dengan 6 (enam) bulan di dalamnya.

sumber: arsip milis asiforbaby

FAQ #2: Berapa Lama ASI Perah Bisa Disimpan Pada Suhu Lemari Es?

Jika Anda mengetahui bahwa dalam 4 jam ke depan ASI hasil pompa/perah tidak akan diberikan pada bayi, maka segeralah simpan di lemari es. ASI ini bisa bertahan sampai 8 (delapan) hari dalam suhu lemari es, jika ditempatkan dalam compartment yang terpisah dari bahan makanan lain yang ada di lemari es tersebut.

Jika lemari es Anda kebetulan tidak memiliki compartment terpisah untuk menyimpan botol ASI hasil pompa/perah, maka sebaiknya ASI tersebut jangan disimpan lebih dari 3 x 24 jam. Anda juga dapat “membuat” tempat terpisah dengan cara menempatkan botol ASI dalam container plastik yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu dengan baik.

sumber: arsip milis asiforbaby