Cara Memerah Asi dengan Menggunakan Breastpump dan Tangan Sekaligus


Sebagai seorang Working Mom (WM) kita harus pandai-pandai mengelola dan membagi waktu agar jadwal memerah ASI tidak terganggu dan pekerjaan di kantor juga tidak terbengkalai. Dari yang pernah saya pelajari di milis yang saya ikuti, semakin sering memerah ASI, semakin banyak produksi ASI. Seiring dengan bertambah dewasanya bayi kita, umumnya produksi ASI mulai menurun. Tapi bila kita konsisten memerah ASI, produksi ASI akan tetap terjaga kestabilannya, sehingga pemberian ASI tetap bisa terus berlanjut sampai usia anak 2 tahun.

Dengan berpedoman pada pengetahuan tersebut, saya pun menjadwalkan untuk memerah ASI tiap 2 jam sekali di kantor.

Hah? Dua jam sekali? Kapan kerjanya dong?

Pasti itu yang ada di benak para WM, yang sekali memerah ASI membutuhkan waktu setidaknya 30 menit. Dulu saya juga begitu, sebelum akhirnya saya menemukan teknik memerah ASI yang tepat. Teknik ini aku dapatkan dari sharing para member milis, khususnya Teknik Memerah ASI-nya mbak Lutvita yang seringkali menginspirasi saya, dan saya modifikasi sendiri. Saya menggabungkan penggunaan pompa ASI (breastpump) dan memerah dengan tangan secara bersamaan. Sebagai informasi tambahan, justru dengan memerah 2 jam sekali, waktu yang dibutuhkan relatif lebih cepat karena kondisi payudara belum terlalu penuh. Kondisi ini juga mempermudah bila kita ingin memerah menggunakan tangan.

Adapun peralatan ASI yang saya bawa ke kantor antara lain:

Sedangkan peralatan penunjang lainnya yang saya tinggal di kantor antara lain:

Sebagai informasi, saya memerah di salah satu bilik toilet kantor. Sebenarnya bilik itu berfungsi sebagai kamar mandi, karena ada shower dindingnya, namun tidak pernah dipakai. Jadi saya manfaatkan saja menjadi pumping room buat saya, hehehe… Saya meminta tolong petugas kebersihan kantor untuk meletakkan sebuah kursi di dalam bilik tersebut dan memintanya untuk tidak memindahkannya. Berikut ini langkah-langkah yang saya lakukan pada waktu memompa sekaligus memerah ASI di “pumping room pribadi” saya di kantor:

  1. Pagi-pagi sampai kantor saya langsung meletakkan cooler bag di balik pintu bilik. Tujuannya agar kalau saya bolak-balik ke keluar ruangan ngga kelihatan banget heboh mau memerah ASI. Jadi kalau lagi meeting pun, saya bisa mencuri waktu untuk memerah ASI dengan alasan ke toilet.
  2. Saat jadwal memerah tiba, di toilet sebelum masuk bilik saya cuci tangan dulu.
  3. Masuk bilik langsung buka blazer biar lebih leluasa gerakannya.
  4. Duduk di kursi sambil mempersiapkan peralatan. Oiya, jangan lupa juga bawa tissue atau handuk kecil karena kalau memerah pakat tangan suka muncrat ke mana-mana. Letakkan semua peralatan di pangkuan. Hati-hati jangan sampai terjatuh.
  5. Mulai memanggil LDR (let down reflex). Caranya tarik napas, pejamkan mata, sambil baca doa, terus mulai deh puting dikilik-kilik (maafkan pilihan katanya, hehehe).
  6. Tetap rileks, jangan terfokus pada munculnya LDR. Semakin rileks biasanya semakin cepet munculnya LDR. Untuk mempermudah, bayangkan saja lucunya Si Kecil di rumah, biasanya langsung datang LDR deh.
  7. LDR muncul, ditandai dengan adanya perasaan payudara mengencang tiba-tiba, kemudian aliran ASI mulai menetes deras dari kedua payudara.
  8. Begitu LDR, langsung gunakan breastpump untuk memompa payudara kiri. Tahan breastpump dengan menggunakan siku kiri, sehingga posisi badan agak membungkuk. Dengan demikian tangan kiri bebas dan bisa digunakan untuk memegang gelas menampung tetesan ASI di payudara kanan.
  9. Gunakan momen LDR yang singkat itu untuk memerah PD kanan dengan cepat semampunya. Kalau saya biasanya memerah dalam 10x hitungan cepat, kemudian istirahat 5 hitungan. Begitu seterusnya.
  10. Setelah payudara kiri terlihat mulai sedikit aliran ASI-nya, tukar posisi. Payudara kiri diperah pake tangan, payudara kanan yg dipompa dengan breastpump.
  11. Lakukan bergantian, 1-2 x lagi atau sampai kedua payudara benar-benar kosong.
  12. Setelah selesai. masukkan hasil tampungan perahan dari gelas ke dalam botol. Hati-hati jangan sampai tumpah ya, bisa nangis ntar, hehehe…

Total waktu dari no. 1 – 12 sekitar 10 menit. Setelah selesai, saya langsung ke pantry (dapur) kantor di mana saya menyimpan kettle pemanas air dan sabun Sleek. Sambil menunggu air mendidih, saya mencuci corong breastpump dan gelas Avent. Setelah air mendidih, saya rendam keduanya beberapa menit. Kemudian saya masukkan ke dalam plastik ziplock agar terhindar dari debu atau kotoran. Selesai deh 1 sesi memerah ASI. Dengan cara seperti ini saya bisa menghemat banyak waktu karena saya hanya perlu meninggalkan meja kerja paling lama 20 menit.

Demikian teknik memerah ASI yang saya lakukan sewaktu saya masih bekerja kantoran dulu. Semoga bermanfaat ya!

Salam ASI.

4 thoughts on “Cara Memerah Asi dengan Menggunakan Breastpump dan Tangan Sekaligus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s