ASIP made in Germany.. Thanks to Moms semua..


sumber:  milis asiforbaby

Dear Moms semua

Terima kasih yang tak terkatakan untuk semua moms di AFB. Especially mom Sisca-AIMI.
Berkat moms semua saya berhasil terus menyusui walaupun harus pergi tugas kantor ke Jerman 23-30 Mei 2010.
Saya seorang ibu dari bayi perempuan cantik Shana (sekarang 7.5 bulan). Pertama dapat mendapat informasi untuk tugas ke Jerman… perasaannya pertama kali adalah.. bingung.. terima atau ditolak…(udah pernah curhat juga dengan mbak Sisca) bingung karena saya masih menyusui Shana. Saya share ke ayah dan ibu saya (Uti dan Kakungnya Shana) dan juga suami, mereka semua dukung toh ini cuma untuk 1 minggu.. wuehhhh… berarti harus memutar otak supaya Shana tetep dapet ASIP selama saya pergi dan ASI tidak berhenti produksi.

1 Bulan sebelum berangkat…
Sibuk dengan perah-memerah untuk memenuhi stock ASIP selama saya tinggal…dan sibuk cari informasi boleh ndak seh bawa ASIP di pesawat. Soalnya yang saya tau ndak boleh bawa cairan ke dalam pesawat..saya browsing..dan ketemu deh curhatan mbak Sisca di website AIMI..langsung saya googling lagi untuk surat keterangan menyusui…dan kemudian jadilah saya salah satu anggota AFB..salah satunya untuk bisa menghubungi mbak Sisca-AIMI (thanks a bunch) Dari Mbak Sisca saya mendapatkan dokumen komplit untuk persiapan membawa ASIP dalam pesawat.. Setelah tenang dengan dokumen yang sudah lengkap…maka yang selanjutnya
hunting perlatan untuk perang,… peralatan saya :

  1. CoolBox kapasitas 5 liter
  2. Ice gel 2 buah, ice bag 4 buah
  3. Plastik ASI, saya pake yang L***le G***t saya beli 4 pak (sekalian untuk stocking)
  4. Cool Bag

Karena saya memerah menggunakan pompa..tentu saja pompa andalan saya manual P****N.

23 Mei 2010
Hari H keberangkatan…huhuhuh perasaan ndak karuan..dari yang ga’ tega dan riweh nyiapin barang-barang…. tapi tetep merah terus..dan Puji Tuhan saya berhasil mengumpulkan 30 kantong ASIP@100mL semoga cukup untuk Shanana…. Akhirnya saya berangkat juga..coolbox saya taruh di bagasi (di koper, karena belum saya pake) Begitu scan pertama..langsung disuruh buka koper..dan dilihat isinya trus dibilangin deh… ini breastmilknya harus ditaruh di koper ya…karena belum ada isinya saya juga
iya2 aja… saya cuma bawa cool bag yang isinya pump, plastik ASI dan 1 buah botol.. huhuhu di hari pertama ini saya memerah hanya di pesawat..saya transit hanya 1 jam di Kuala Lumpur. dan tidak mencukupi untuk memerah..alhasil harus memerah di pesawat. Perjalan 12 jam saya memerah 3 kali..dengan antri di toilet..hiks..hiks… pas perjalanan cuaca sangat buruk..alhasil saya memerah di toilet yang warning signalnya terus menyala… deg2an tapi dari pada payudara masitis…^_^

24 Mei 2010
Sampailah saya di Jerman. di hotel saya cek asi saya yang saya taruh di coolbag…saya cium..cium..kok baunya aneh ya.. akhirnya..terpaksalah ASI sebanyak 400 mL hasil memerah di perjalanan dibuang (sambil mewek Mode On)…
Sampai di Jerman saya langsung memerah lagi dan langsung titip di Freezer Dapur hotel.. karena di kamar tidak ada freezer ataupun minibar..Puji Tuhan Karyawan hotel sangat..sangat kooperatif.. dan mau direpotin..

24-28 Mei 2010
Sesi memerah terus berlanjut disela tugas kantor yang harus mengecek ketersediaan mesin…hehhehhe saya cewek sendiri dalam satu team..jadi tiap merah ijin dulu..bersyukur mereka mengerti.. terutama pihak Jerman. Mereka sangat mendukung Breast Feeding jadi menyediakan satu kamar mandi khusus untuk saya selama saya bertugas disana Puji Tuhan..jadi di akhir tugas saya berhasil mengumpulkan 28 kantong @ 100 mL Puji Tuhan…sampai coolboxnya luber..luber…hihihi

29 Mei 2010
Saatnya pulang ke Indonesia….senang tapi deg2an..Lolos tidakkah ASIP saya sampai ke Indonesia.
CoolBox saya beri label yang jelas bahwa itu BreastMilk dan berbekal Dokumen yang sudah saya siapkan dari Indonesia.. mantaplah saya berjuang…(medan perangnya sebentar lagi..) Check in di bandara Frankfrut..saya declare klo saya akan  membawa breastmilk..dan tanggapannya Puji Tuhan Banget… dibawa saja di Kabin..kalau lewat security dan security melarang akan kami
bantu..untuk meloloskan breastmilk tersebut di kabin.. fiuh..fiuh…dimudahkan. Saat di Security..tanpa harus bilang apa2 mereka
meloloskan ASIP saya.. dengan tersenyum..security wanita itu bilang semoga anak ibu sehat selalu..Syukurlah..ASIP lolos tahap pertama…

Aman sampai di Kuala Lumpur…
di KLIA mereka agak sedikit ketat..lain ladang lain belalang… mereka bilang tidak boleh bawa cairan termasuk breastmilk (ini di petugas check in maskapai Malaysian Airlines) Tidak habis akal..saya akan berjuang dengan dokumen pikir saya…
Di gerbang pengecekan..coolbox saya lengkapi dengan dokumen..di bawahnya.. ternyata benar..dengan wajah yang menakutkan Security langsung bertanya Apa tu di dalam box itu.. saya jawab Air Susu Ibu dan saya punya dokumennya….dan jika perlu diperiksa silahkan.. heuheuheu..diperiksalah dokumen surat keterangan menyusui saya..dan akhirnya anggukan kepala datang juga dari kepala security (walopun ada anak buahnya yang masih heran dengan bertanya siapa yang nak minum tuh ASI?, saya jawab dengan tegas..saya warga negara Indonesia dan Bayi saya di Indonesia sedang menunggu ASIP ini) Puji Tuhan ASIP lolos sampai ke Indonesia..perjuangan belum berakhir…

Begitu selesai clearance di bea cukai..langsung berlari-lari menjemput ice gel dan es yang khusus dibawa dari rumah oleh suami untuk mengamankan ASIP. Di mobil langsung buka toko dan memerah lagi dapet 200 mL Puji Tuhan.

Sampai di rumah..legaaaaa akhirnya ASIP selamat…mendapat Shana dengan senyuman yang khas dan rengekan manjanya
membuat semua lelah hilang seketika…dan sangat2 bahagia bisa membawa oleh2 ASIP Made In Germany (walo klo inget harrus buang 400ml (saat berangkat) dan 300 mL (saat pulang) sedih..juga hiks..hiks…)

Puji Syukur Kepada Tuhan Yesus yang memudahkan tiap langkah
Terima Kasih yang tak terkira untuk Mbak Sisca-AIMI atas bantuan dan dukungan…
Ini janji saya (share selama ke Jerman)
Juga Moms Semua
Terima Kasih buat suami tercinta, kakung dan utinya Shana yang selalu
mengingatkan..merah..merah..merah ^_^

Satu yang saya pelajari kalau kita berniat dan berusaha selalu ada jalan..
sooo don’t give up..keep breastfeeding with love.

Vielen Dank
Ririe (iBukna-Shana)

Ditulis oleh: Cecilia Tungga Astari (salah satu member milis asiforbaby)

3 thoughts on “ASIP made in Germany.. Thanks to Moms semua..

  1. bravo…!!! Benar2 pengalaman yg amat sangat bermanfaat dan berguna untuk dishare, jadi punya bayangan dan persiapan jika suatu saat nanti saya mengalaminya, go asi go..

  2. Mb,, salut dan terharu bacanya. Aku pun 2 minggu lg harus ninggalin my baby ke singapure 10 hari. Boleh minta copy dokumen2nya gak mb??? Pleaseeee,,,!
    Pengen ngobrol langsung ya!
    Aku uda ketemu websitenya TSA, tp bingung ya yang mana yg harus diprint dan dijadiin senjata kita saat di check point security?

    • Hai, Mbak Kamalia🙂
      Sebelumnya mohon maaf, tapi pengalaman di atas, merupakan pengalaman Mbak Cecilia Tungga Astari (salah satu member milis asiforbaby) dan bukan pengalaman saya. Cuma karena saya merasa cerita ini sangat inspiring, maka saya share di blog ini (dengan seijin penulis). Mungkin mbak bisa kontak langsung kontak ke Mbak Cecilia-nya via milis asiforbaby, soalnya saya kurang tahu alamat emailnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s