Tatur a.k.a Toilet Training


diterjemahkan bebas dari: Toilet Training

gambar diambil dari SINI

Mampu menggunakan toilet merupakan tahapan penting dalam kehidupan balita Anda. Ada balita yang langsung bisa, ada pula yang perlu diajari dengan kesabaran.

Jangan mulai men-tatur pada usia yang terlalu dini. Umumnya anak sudah mulai bisa mengenali dan berespon terhadap rasa ingin pipis pada usia 2 tahun. Tatur terlalu dini hanya akan membuat Anda frustrasi dan membuat Si Kecil kesal karena ia tidak bisa melakukan apa yang Anda inginkan.

Jangan Stres
Dalam men-tatur Anda harus tetap santai. Kemampuan anak untuk bisa menggunakan toilet tidak merefleksikan keahlian Anda sebagai orang tua. Jika anak Anda belum mampu menggunakan toilet, bukan berarti Anda gagal mendidiknya. Bila anak Anda masih ngompol, jangan langsung serta merta menghukumnya, karena justru akan menghambat penguasaan keterampilan ini. Anak Anda akan merasa takut dan cemas untuk belajar menggunakan toilet.

Tanda-tanda Kesiapan Anak untuk Di-Tatur

  • Usia – antara 18 bulan sampai 3 tahun. Biasanya pada usia ini anak sudah bisa mengenali rasa ingin BAK/BAB.
  • Minat – anak Anda menunjukkan rasa ingin tahu ketika melihat orang lagi pergi ke toilet. Kadang bisa membantu bila anak bisa melihat orang tua atau kakaknya menggunakan toilet.
  • Popok Kering – kesiapan anak di-tatur juga ditunjukkan dengan popoknya yang tetap kering selama 2 jam. Misalnya setelah tidur siang.
  • Masalah Popok – anak akan mengatakan bahwa mereka tidak suka menggunakan popok, atau berusaha melepasnya sendiri, terutama setelah ia BAK/BAB di popoknya. Ia merasa risih menggunakan popok yang kotor.
  • Kesadaran akan Keinginan BAK/BAB – anak Anda dapat memberitahu Anda bahwa ia telah BAK/BAB, atau pada saat ia  sedang melakukannya, atau segera setelah ia melakukannya. Jika ia memberitahu Anda sebelumnya, artinya ia sudah benar-benar siap untuk ditatur.
  • Perhatiananak Anda mampu duduk diam dalam satu posisi selama 2 – 5 menit.

Potty (Toilet Mainan) vs Toilet

Anda harus memutuskan apakah anak Anda akan ditatur dengan menggunakan toilet di kamar mandi atau dengan potty (toilet mainan). Hal-hal lain yang juga perlu dipertimbangkan antara lain:

  • Ada anak yang takut jatuh ke dalam toilet, sehingga baginya mungkin akan lebih cocok menggunakan potty.
  • Potty dapat digunakan di ruangan mana pun di dalam rumah dan dapat dibawa jalan-jalan (dengan mobil).
  • Anak yang menggunakan potty kemungkinan akan menjadi takut menggunakan toilet kamar mandi, sehingga akan menyulitkan bila Anda hendak bepergian, karena potty-nya harus dibawa.
  • Bila anak Anda akan ditatur menggunakan toilet kamar mandi, Anda harus membeli dudukan tambahan yang bisa dipasang di dudukan toilet kamar mandi Anda.
  • Ada juga orang tua yang mentatur anaknya dengan menggunakan toilet dan potty.

Persiapan Tatur

Beberapa di antaranya yaitu:

  • Pilihlah kata yang akan digunakan untuk melatih – misalnya pipis, pupup, dll.
  • Mulailah jelaskan pada anak Anda tentang toilet. Anda bisa menjelaskan apa yang sedang Anda lakukan di toilet, sambil anak Anda melihatnya
  • Katakan pada anak Anda bahwa ia tidak perlu lagi menggunakan popok kalau ia sudah bisa menggunakan toilet. Hal ini bisa memotivasi khususnya bagi anak yang tidak suka mengenakan popok.
  • Bila Anda mentatur dengan menggunakan potty, ajak ia untuk duduk di potty-nya tiap kali Anda duduk di toilet.
  • Lakukan tiap langkah bersama-sama dan yakinkan anak Anda memahaminya. Misalnya Anda mengatakan, “Kalau kamu mau ke toilet, bilang sama Mama ya, nanti Mama bantu.”

Mulai Mentatur Ketika Anak Anda Telah Menunjukkan Kesiapan

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Hentikan pemakaian popok di siang hari dan mulai mengenakan celana dalam. Popok bisa dipakai lagi waktu tidur.
  • Berikan anak pakaian yang mudah dilepas olehnya – misalnya, celana yang berkaret di pinggang (bukan celana yang berkancing atau ritsleting).
  • Berikan semacam reminder pada waktu-waktu tertentu (misalnya tiap 2 jam sekali) untuk melihat apakah anak Anda perlu ke toilet, tapi jangan memaksa anak Anda.
  • Jangan biarkan anak Anda duduk di toilet atau potty dalam waktu yang terlalu lama, karena ia akan merasa sedang dihukum.
  • Pada tahap awal, Anda perlu membasuh anak Anda setelah ia selesai BAK/BAB.
  • Ajari anak untuk mencuci tangan setiap kali selesai ke toilet.
  • Bila anak Anda telah menunjukkan tanda-tanda kesiapan, ia akan dengan mudah memahami proses tatur ini. Namun kemungkinan ia juga masih akan terus ngompol pada saat-saat lain. Anda harus tetap bersabar karena anak Anda masih dalam proses belajar.
  • Jika ia menolak menggunakan toilet atau potty, jangan dipaksa. Biarkan sampai ia mau mencoba lagi.
  • Jika selama 1 minggu belum berhasil, hentikan dulu proses tatur dan coba lagi beberapa minggu kemudian. Anda perlu ingat bahwa tatur bukanlah perlombaan atau sebuah ujian.
  • Pujilah anak bila ia berhasil menggunakan toilet. Bisa juga Anda memberikan hadiah seperti cap gambar hewan di tangannya. Secara perlahan, kurangi pemberian hadiah seiring dengan semakin dikuasainya keterampilan ini.
  • Bersikaplah biasa saja bila anak Anda tidak sengaja ngompol
  • Jangan mentatur pada saat yang stres bagi Anda, misalnya ketika Anda baru saja punya bayi lagi.

‘Kecelakaan’ Saat Mentatur

  • Bersiaplah menghadapi ‘kecelakaan’ ngompol pada saat mentatur anak Anda. Sejak lahir ia telah terbiasa menggunakan popok dan untuk mampu menggunakan toilet diperlukan latihan.
  • Balita belum mampu untuk menahan BAK/BAB terlalu lama. Ia mungkin hanya sempat mengatakan kalau ingin ke toilet sebelum akhirnya ngompol di celananya.
  • Hargai usaha anak Anda untuk mencoba pergi ke toilet, walaupun ia sudah keburu ngompol di tengah jalan. Puji dia karena sudah memberitahu Anda atau karena sudah melepas celananya sendiri.
  • Anak Anda mungkin merasa kesal atau menurun motivasinya setelah terjadi ‘kecelakaan’. Yakinkan dirinya bahwa hal itu bukan masalah dan untuk bisa melakukannya butuh waktu dan latihan.

Mengatasi Kegagalan

Kadangkala tatur bisa maju dua langkah dan mundur selangkah. Anak Anda kelihatannya sudah bisa melakukannya, namun di saat berikutnya ia sama sekali lupa. Biasanya hal ini terjadi bila ada suatu kejadian besar atau perubahan rutinitas, misalnya punya adik bayi atau sakit. Bagaimana mengatasinya?

  • Jangan marah. Anak Anda tidak sengaja melakukannya dan tidak untuk membuat Anda kesal. Hindari pemberian hukuman, misalnya menyuruhnya membersihkan ompol-nya sendiri. Tetaplah tenang dan berpikir positif.
  • Anak Anda mungkin merasa tertekan karena harus berhasil. Lupakan mentatur selama 1 – 2 minggu ke depan, dan berikan waktu padanya untuk rileks.
  • Yakinkan anak Anda merasa didukung atas usahanya untuk bisa menggunakan toilet.
  • Cobalah buat suasana tatur menjadi menyenangkan untuk sesaat. Misalnya, Anda bisa menyanyikan lagu bersamanya atau membacakan buku ketika ia sedang duduk di toilet, tapi jangan terlalu berlebihan.

Yang Perlu Diingat

  • Anak Anda harus sudah berusia antara 18 bulan sampai 3 tahun agar ia mampu mengenali rasa ingin BAK/BAB.
  • Ingatlah bahwa tatur merupakan suatu keterampilan baru bagi Anak Anda yang harus dipelajari.
  • Pujilah keberhasilan sekecil apa pun dan tetap tenang bila terjadi ‘kecelakaan’

4 thoughts on “Tatur a.k.a Toilet Training

  1. weee aku baru tau kalo harus diatas 2 tahun.najwa udah ku tatur dari 8 bulan g wajib sih jd masih pake clodi buat jaga jaga ku tatur karena kalo tidur g ngompol kalo dy mau pipis pasti bangun.jd bangun tidur lgsung ku dudukin di wc yg ber potty seat buat pipis.tadinya kalo bangun tengah malam juga gitu.sekarang najwa 11 bulan g pernah pipis tengah malem meskipun dia terbangun main.pipisnya pagi hari bangun tidur.trus tiap bangun tidur selama siang ku tatur juga.jd gimana dong boleh ga?

    • Halo Najwa’s Mom🙂
      Untuk mentatur, sebenernya bukan harus di atas 2 tahun. Tapi biasanya anak itu sudah mulai bisa mengenali keinginan BAK/BAB-nya pada usia antara 18 bulan s.d 2 tahun. Jadi akan lebih mudah mentatur pada usia tersebut. Kenapa disarankan jangan terlalu dini? Karena kemampuan tiap anak itu berbeda-beda, dikhawatirkan bila terlalu dini ditatur dan anak belum mampu menguasainya akan membuat Ibu stres dan anak pun menjadi cemas karena tidak bisa melakukan apa yang diminta Ibunya. Kalau sudah cemas dan takut, nanti malah anaknya jadi trauma dan ngga mau ditatur lagi. Jadi sebenernya lebih ke dampak psikologisnya sih Mom. Kalau ternyata Najwa sudah pinter dan hampir lulus tatur di usia 11 bulan, ya itu bagus banget Mom. Namun sekali lagi perlu diingat bahwa tiap individu itu unik. Apa yang bisa diterapkan ke Najwa belum tentu cocok bila diterapkan ke adiknya Najwa, misalnya.🙂
      Mudah2an cukup bisa mencerahkan ya Mom. Kisskiss buat Najwa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s