Bubur Tepung Serealia (6 bulan +)


gambar diambil dari SINI

Jenis MPASI yang bisa diperkenalkan pada bayi setelah ia berusia 6 bulan. Tepung yang bisa diberikan antara lain tepung beras putih, tepung beras merah, tepung kacang hijau, dan tepung oatmeal (oatmeal yang diblender dan diayak sampai halus).

Bahan:
1 sendok teh tepung beras putih / tepung beras merah / tepung kacang hijau / tepung oatmeal
1 cangkir air

cat:
untuk pertama kali berikan 1 sdt dulu, kemudian perbanyak jumlah porsinya sesuai kondisi bayi.

Cara Membuat:

  1. Ambil sedikit air, larutkan tepung.
  2. Didihkan sisa air. Masukkan larutan tepung sambil terus diaduk.
  3. Aduk terus sampai matang dan kental (sekitar 10 – 15 menit), angkat.
  4. Setelah agak dingin, campurkan dengan ASI secukupnya sesuai kekentalan yang diinginkan.
  5. Sajikan hangat.

14 thoughts on “Bubur Tepung Serealia (6 bulan +)

    • hai, bunda Alyssa🙂
      kalau ditanya gini, saya suka jadi bingung, hehehe.. soalnya saya ngga pernah ngukur volume persisnya. gunakan saja cangkir yang umum digunakan untuk minum teh, bun. biasanya volumenya kurang lebih sama.

      • Halo mbak Ika🙂 nah pertanyaan ini juga saya bingung jawabnya mbak, hehehe.. soalnya kalau pakai ASI paling cuma sekitar 10ml mbak.. jadi mungkin ambil aja dari jatah minum bayinya sekitar 10ml. Jangan bikin sufor khusus untuk MPASI-nya. Mudah2an membantu ya mbak🙂

  1. halo mom,

    baby Kz start mpasi dengan gasol beras coklat (krn kehabisan beras merah) sudah 4 hari belum pup, apakah tandanya ia tidak cocok dengan beras coklat or masih adaptasi ya?

    Thanks

    • halo mbak Lolien,
      maaf baru sempet balas comment-nya. mudah2an baby Kz udah bisa pup ya sekarang.
      kalo menurut saya, ada kemungkinan dia masih adaptasi. coba diencerkan tekstur buburmya. kalau saya dulu pas baru mulai ngasih mpasi, saya bikin buburnya encer banget, menyerupai asi. karena selama 6 bulan kan pencernaan bayi terbiasa dengan asi yang cair, makanya tekstur buburnya pun saya buat seencer mungkin supaya pencernaannya ngga kaget. selain itu, untuk membantu mempermudah pup, perbanyak terus asi-nya dan pijat bayi dengan membentuk lambang ‘heart’ di perut bayi, serta lakukan senam bayi dengan gerakan mengkayuh sepeda.

      semoga membantu🙂

    • Pagi mbak Novani🙂 jumlah air yang tertulis di resep tersebut bukan untuk langsung dicampur mbak, tapi untuk memasak buburnya🙂 kan tepung berasnya masih mentah, nah dimasak dulu sampai airnya habis dan kental. Baru kemudian dicampur dengan asi. Mudah-mudahan cukup jelas ya mbak🙂

  2. mba,dimasak dgn air mendidih pake panci kecil gitu ya? biasanya pancinya khusus bayi itu aja, atau pake yg biasa digunakan utk masak lain? bagusnya a pake panci yg bahan apa ya? thanks

  3. mba, buburnya setelah dicampur asi biasanya kan teksturnya jadi berinjilan gitu ya, kalau saya campuran bubur dan asinya DIBLENDER lagi biar halus, boleh ngga sih mba?

    • Malam mbak Elin, mohon maaf baru sempat membalas comment-nya sekarang🙂 Kalau dibanyakin ASI-nya harusnya sih encer ya mbak ngga berinjilan. Setelah beberapa hari baru bisa dikentalkan teksturnya dengan mengurangi komposisi ASI-nya. Kalau diblender lagi, rasanya saya kurang recommend ya, karena jadinya ngga melatih anak belajar mengunyah. Latihan mengunyah bisa merangsang pertumbuhan gigi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s