Apakah Bayiku Sembelit?


diterjemahkan bebas dari: Is My Breastfed Baby Constipated?

gambar diambil dari SINI

Sebagaimana kita ketahui, jumlah dan frekuensi buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) pada bayi ASI merupakan indikator kesehatannya. Bagaimana sebenarnya bentuk pup bayi ASI?

Hari-hari Pertama Setelah Bayi Lahir

Pada 2 atau 3 hari pertama setelah kelahirannya, frekuensi BAK bayi sekitar 1 – 2 kali sehari. Dengan bertambahnya produksi ASI, frekuensi BAK juga akan semakin sering. Pup bayi baru lahir berwarna gelap, mengandung meconium, yaitu zat yang tersimpan dalam tubuh bayi sejak sebelum ia lahir. ASI yang dikonsumsi bayi, akan membersihkan usus bayi dari meconium, sehingga dalam waktu beberapa hari berikutnya pup bayi akan menjadi lembut (cenderung cair) dengan warna terang, umumnya kuning atau kuning kehijauan, atau cokelat muda. Bila pup bayi Anda sesekali berwarna hijau, jangan khawatir karena hal ini normal. Bau pup bayi pada masa ini tidak terlalu menyengat (tidak terlalu bau). Teksturnya seperti scrambled eggs, custard, sup kacang polong, atau seperti mustard, dengan butiran-butiran kecil di dalamnya.

6 Minggu Pertama

Setelah itu, sampai umur bayi sekitar 6 minggu, frekuensi BAK/BAB sekitar 2 – 5 kali dalam 24 jam. Ukurannya kira-kira sebesar uang koin receh. Pada masa ini, ada bayi yang BAB lebih sering, tapi ada juga yang malah jarang. Bila bayi < 6 minggu frekuensi BAB-nya kurang dari 2 kali sehari, jangan khawatir. Selama frekuensi BAK-nya masih sering dan perkembangan berat badan baik, maka kondisi tersebut masih dianggap normal.

Setelah berumur beberapa hari, bayi ASI umumnya BAK sebanyak 6 – 8 kali dalam waktu 24 jam, atau sebanyak 5 – 6 popok sekali pakai (pospak).  Untuk mengukur seberapa kadar basah pospak yang sudah terkena pipis bayi, tuangkan 2 – 4 sendok makan (30 – 60 ml) air di atas pospak kering. Akan lebih mudah mengukur frekuensi BAK bayi dengan menggunakan popok kain. Namun jika Anda menggunakan pospak, perhatikan pula bahwa ada berbagai jenis tipe dan merek yang bisa mempengaruhi “rasa basah”. Anda bisa juga menyelipkan selembar tisu untuk mengecek apakah pospak bayi Anda sudah basah atau belum.

Setelah 6 Minggu

Setelah kolostrum habis, kira-kira ketika bayi berusia 6 minggu, biasanya frekuensi BAB pada bayi ASI akan menurun, karena kolostrum mengandung sifat pencahar.  Pada usia ini ada bayi yang BAB-nya tetap sering (5x sehari), biasanya setelah menyusu. Ada juga bayi yang baru BAB setelah beberapa hari, bahkan ada yang bisa sampai seminggu sekali. Ketika frekuensi BAB menurun, biasanya volume BAB bertambah. Selama perkembangan berat badan bagus, BAK cukup sering dan tetap ceria, Anda tidak perlu khawatir bayi Anda menderita sembelit dan tidak perlu memberikan obat pencahar, jus buah, atau “alat bantu” lainnya. Berusaha membuat bayi BAB justru malah bisa berisiko fatal bagi bayi Anda.

Setelah bayi berusia 6 minggu, bisanya ia akan BAK sebanyak 5 – 6 kali sehari, dengan volume yang lebih banyak.  Seiring dengan perkembangan organ kandung kemihnya, bayi dapat menghasilkan urine dan menahannya dalam volume yang lebih banyak. Untuk mengukur kadar basah popok bayi usia ini, tuangkan 8 sendok makan air (120ml) pada pospak kering.

Setelah Bayi Mulai MPASI

Setelah bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat (MPASI) atau cairan lain selain ASI, akan ada banyak perubahan dalam pola BAK/BAB-nya. Pup bayi setelah MPASI akan lebih berbau dan memiliki warna serta bentuk yang juga berbeda. Jangan khawatir bila Anda menemukan remah-remah sayuran pada pup bayi Anda, karena sayuran relatif lebih sulit dicerna dubandingkan jenis makanan lainnya, walaupun sayuran tersebut sudah dimasak. Setelah mulai MPASI, kemungkinan bayi terkena sembelit atau diare lebih besar, yang merupakan tanda bahwa ia tidak cocok dengan jenis makanan atau minuman baru.

2 thoughts on “Apakah Bayiku Sembelit?

    • pada dasarnya cara mengatasi sembelit baik pada bayi maupun balita itu sama saja, yaitu:
      1. stop makanan pemyebab sembelit, yaitu BRATY (banana-apple-rice-toast-yoghurt), atau pisang, apel, beras, roti, dan yoghurt.
      2. perbanyak buah seperti pepaya dan pear; dan sayuran.

      semoga membantu ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s