Tentang Payudara dan Komposisi ASI – bag. 1


Anatomi Payudara Ibu Menyusui

diterjemahkan bebas dari: Know-How dan Anatomy of the Lactating Breast

gambar diambil dari SINI

There is no doubt: Breast is best.

ASI merupakan nutrisi ideal bagi bayi karena mengandung seluruh gizi yang dibutuhkan oleh bayi dalam 6 bulan pertama kehidupannya dan akan membantunya tumbuh secara sehat. Tidak dibutuhkan susu lain, makanan, minuman, atau bahkan air putih. Ibu yang tidak dapat menyusui bayinya langsung dari payudara, juga dapat tetap memberikan ASI pada bayinya.

Untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi ibu hamil dan ibu yang baru saja melahirkan, berikut sejumlah informasi mengenai menyusui dan ASI:

Anatomi Payudara Ibu Menyusui

Bagi ibu menyusui, akan sangat membantu apabila ia memahami struktur payudara, dan proses pembuatan ASI – manfaatnya bagi kesehatan ibu dan bayinya.

Payudara terdiri dari:

  • Jaringan kelenjar (glandular tissue) untuk memproduksi ASI
  • Pembuluh ASI (milk duct) untuk transportasi ASI dari jaringan ke puting susu.
  • Jaringan penghubung (connective tissue – Cooper’s ligaments) untuk menyangga payudara
  • Adipose tissue (intraglandular, subcutaneous and retromammary fat)

Ukuran payudara tidak ada hubungannya dengan kemampuan memproduksi ASI. Perempuan dengan payudara kecil bukan berarti produksi ASI-nya lebih sedikit daripada perempuan yang memiliki payudara besar.

Selama masa kehamilan, payudara Anda telah mempersiapkan diri untuk memberikan makanan bagi bayi yang ada di dalam kandungan. Umumnya pada masa ini, payudara menjadi bertambah besar dan berat. Penyaluran darah ke payudara meningkat yang menyebabkan pembuluh vena payudara menjadi lebih gelap dan lebih terlihat. Kelenjar Montgomery membesar dan mulai mengeluarkan cairan yang mengandung anti-infeksi dan berfungsi melubrikasi kulit. Daerah areola akan menjadi semakin gelap dan puting semakin menonjol.

Produksi kolostrum sudah dimulai pada trimester kedua kehamilan. Ada calon ibu yang kolostrumnya sudah keluar di masa kehamilan, namun ada juga yang tidak. Keluar atau tidaknya kolostrum di masa kehamilan, tidak mempengaruhi kesuksesan Anda menyusui nantinya. Keluarnya plasenta dari tubuh pada saat melahirkan, merupakan sebuah sinyal bagi tubuh untuk mulai memproduksi ASI. Pada tahap ini, produksi ASI belum mengikuti prinsip “demand and supply process” namun lebih disebabkan oleh faktor hormonal. Namun demikian, sangat dianjurkan untuk mulai sering menyusui dan sekehendak bayi sejak awal bayi dilahirkan.

Dua sampai empat hari setelah bayi dilahirkan, volume ASI meningkat drastis dan sejak saat itu produksi ASI Anda sangat tergantung dari seberapa sering Anda menyusui dan seberapa efektif payudara “dikosongkan”. Semakin sering menyusui, hisapan bayi akan semakin merangsang produksi ASI. Fenomena ini disebut supply-demand-response.

Bersambung ke Tentang Payudara dan Komposisi ASI – bag. 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s