Cara Mengatasi Tangisan Bayi


diterjemahkan bebas dari: How to Cope with a Crying Baby

gambar diambil dari SINI

Semua pasti setuju bahwa memiliki bayi adalah suatu pengalaman yang indah dan menakjubkan. Namun, ada masa-masa di mana pengalaman indah itu menjadi cukup menyebalkan terutama bila bayi kita rewel. Umumnya bayi akan rewel dan menangis setidaknya sekali dalam sehari. Bahkan terkadang kita sudah bisa memprediksikan kapan saja ia akan menjadi rewel dalam jangka waktu 24 jam. Namun ada pula bayi yang sangat rewel dan sulit ditenangkan serta menangis berkepanjangan dan terlihat tidak nyaman. Hal ini tentunya menjadi sangat melelahkan bagi orang tua, khususnya sang ibu. Anda pasti akan berpikir apa yang salah atau apakah bayi Anda membenci Anda. Umumnya ibu menyusui akan mempertanyakan apakah bayinya rewel karena kurang puas menyusui atau masih merasa lapar, terutama bila orang-orang di sekitarnya mengatakan hal tersebut.

Mengapa Bayi Menangis?

Bayi akan menangis karena merasa lapar, namun lapar bukanlah satu-satunya alasan bayi menangis. Perlu diingat bahwa menangis merupakan tanda bahwa bayi sudah sangat lapar — ada beberapa ciri lainnya yang bisa menunjukkan bayi Anda lapar sejak dini, misalnya mulut terlihat mencari-cari puting atau mengisap jari. Jika Anda sudah cukup sering menyusui, dan bayi Anda cukup minum (ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang sering dan berat badan yang bertambah), maka bisa jadi bayi menangis karena hal lain seperti terlalu lelah, stimulasi yang berlebihan, kesepian, atau merasa tidak nyaman. Orang tua dapat mengenali tipe tangisan bayi yang menandakan emosi yang berbeda. Ada pula bayi yang pada dasarnya lebih sensitif dibandingkan bayi lainnya dan memang membutuhkan lebih banyak digendong untuk merasa lebih nyaman.

Ada pula bayi yang terlihat sangat kesakitan. Biasanya bayi semacam ini disebut mengalami colic. Definisi Colic masih menjadi perdebatan, namun pada dasarnya colic merupakan ketidaknyamanan fisik yang sangat intens. Apa pun penyebabnya, bayi colic akan menangis hebat untuk waktu yang cukup lama.

Adakah yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Bayi Menangis

Gendonglah bayi Anda. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi yang digendong cenderung lebih jarang menangis. Bayi juga akan lebih jarang menangis apabila ia disusui sesuai kebutuhannya. Terlalu mengatur jadwal menyusui akan membuat bayi cenderung rewel karena lapar. Adakalanya bayi juga ingin menyusu hanya karena ia butuh kenyamanan (ngempeng). Bila bayi Anda terlihat sudah kenyang atau minum ASI melebihi dari yang ia butuhkan — sehingga ia menjadi kembung — berikan payudara yang sudah “kosong” sehingga bayi dapat memenuhi kebutuhan ngempeng-nya tanpa harus minum ASI lagi.

Pada umumnya bayi menangis — beberapa bayi lebih cenderung lebih rewel — walaupun kita sudah berupaya maksimal untuk mencegah ia menangis. Bila kita menyayangi bayi kita dan responsif terhadap kebutuhannya, maka kita jangan berpikir, “Duh, bayiku kok rewel banget ya?”. Seperti yang utarakan oleh Dr. William Sears, kita harus berpikir bahwa bayi kita bukannya rewel, melainkan bayi yang cerdas sehingga mampu menuntut perawatan yang hugh quality dari ibunya.

Walaupun kelihatannya menggendong atau memeluk bayi tidak efektif, bayi akan merasakan bahwa ada seseorang yang sangat mencintainya dan bisa menenangkannya saat ia merasa kesal. Menggendong bayi yang menangis bukanlah merupakan suatu tindakan yang sia-sia. Namun, apabila Anda sudah merasa sangat lelah dan kesabaran mulai habis, segera berikan bayi Anda pada orang lain (ayahnya atau neneknya atau siapa pun yang juga menyayanginya) atau bila Anda sendirian di rumah, letakkan bayi Anda di tempat yang aman sementra Anda menenangkan diri dan mengumpulkan tenaga lagi untuk beberapa menit. Tapi jangan pernah meninggalkannya dalam keadaan menangis sendirian. Menangis yang berkepanjangan sangat membuat stres bayi baik secara fisik maupun emosional. dan bisa berdampak merusak otak.

Bayi Anda pada akhirnya akan berhenti menangis, namun ia akan belajar bahwa kebutuhannya untuk merasa aman tidak dipenuhi oleh ibunya. Bayi harus yakin dan percaya bahwa Anda akan merawatnya dengan baik. Walaupun kedengarannya melelahkan, tapi bayi Anda sedang belajar tentang hubungan kasih sayang, yang nantinya akan meningkatkan rasa aman dan kemandiriannya di masa mendatang.

Bagaimana Anda Mengatasinya?

Mendengar bayi menangis memang bukan hal yang menyenangkan. Bila Anda tidak berhasil menenangkannya, Anda bisa merasa tidak berguna, frustrasi, dan mulai meragukan kemampuan Anda menjadi seorang ibu yang baik. Akan sangat membantu bila Anda didukung oleh keluarga Anda.

Anda harus realistis dan jangan memaksakan diri untuk mengurus seluruh rumah, karena sebagian besar waktu Anda akan habis bersama si kecil. Anda juga perlu waktu tersendiri untuk memenuhi kebutuhan pribadi Anda (“me time”). Agar Anda dapat mengatasi tangisan bayi Anda dengan sabar, Anda harus beristirahat cukup dan makan makanan bergizi. Hal lain yang perlu diingat adalah, bayi Anda akan tumbuh dan melewati tahap ini. Jadi Anda tidak perlu khawatir.

Sara Walters

Carmarthen Wales UK
From NEW BEGINNINGS, Vol. 24 No. 1, January-February 2007, pp.30-31

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s