FAQ #5: Bagaimana Cara Menghangatkan ASI Perah?


  1. Turunkan ASI Perah dari freezer ke kulkas bawah semalam sebelumnya agar mencair.
  2. Satu jam sebelum waktu minum, keluarkan ASI Perah dari kulkas dan simpan di suhu ruangan.
  3. Sekitar 10 menit sebelum waktu minum, panaskan ASI Perah.

Panaskan ASI dengan cara:

  • membiarkan botol dialiri air panas (bukan mendidih) yang keluar dari keran ATAU
  • merendam botol di dalam baskom/mangkok yang berisi air panas (bukan mendidih)
  • perlahan kocok-kocok ASI sebelum mengukur suhunya. Mengocok secara perlahan juga akan membantu mencampur bagian yang mengental dengan yang cair.

Jangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya dalam panci, menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya (kecuali yang memang di-design untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI)

Anda tentunya mengetahui berapa banyak bayi Anda biasanya sekali meminum ASI. Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tersebut. Misalnya dalam satu botol Anda menyimpan sebanyak 180 cc ASI tetapi bayi Anda biasanya hanya meminum 80 cc, jangan langsung dipanaskan semua. INGAT bahwa susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan lagi.

sumber: pengalaman pribadi dan arsip milis asiforbaby

About these ads

18 thoughts on “FAQ #5: Bagaimana Cara Menghangatkan ASI Perah?

  1. Mau tanya, kalo seandainya ASI yg dipanaskan 150 ml sedangkan yg diminumkan 100ml dan yg 50 ml disisakan dibotol lain dan akan diminumkan lg kalo si baby minta lg, apakah boleh seperti itu? dan berapa lamakah sisa ASI yg sudah dipanaskan itu di simpan dalam suhu ruangan agar bisa diminumkan lagi?

    • Malam mbak Dida, mohon maaf baru membalas comment-nya.
      Boleh mbak, dengan catatan ASIP sisa yang 50 ml itu harus segera diminumkan dalam rentang waktu maksimal 5 jam dalam suhu ruangan. Saya ngga menyarankan sisa ASIP tadi dimasukkan ke kulkas karena akan terjadi pemanasan ulang saat akan diminumkan dan kita semua tahu pemanasan berulang bisa merusak kandungan gizi dalam suatu bahan makanan/minuman. Saran saya, panaskan ASIP dalam volume2 kecil, misalnya 50 ml atau 75 ml, jadi kalau pun tersisa, tidak terbuang banyak. Dan selalu buat catatan waktu minum dan berapa volume ASIP yang diminumkan ke bayi. Hal ini penting agar kita bisa memantau pola minum bayi sehingga bisa cepat terdeteksi kalau ada hal yang tidak seperti biasanya.

  2. mau tanya nich…
    apakah ketika memanaskan/menghangatkan ASIP tutup botol kacanya dalam keadaan terbuka atau tertutup????
    terimakasih

  3. para ibunda sekaligus, klo panasin ASI Perah di Magic Com, boleh ga ya? klo boleh, apakah tutup botolnya juga mesti di buka? sy menyimpan ASI pada botol UC 1000 n Tupperware. saat kita memanaskan ASI apakah wadaha? penyimpan ASi yg dipanaskan atau harus dipindahkan kebotol susu dulu y

  4. numpang tanya juga ya, kalo asi yg disimpan di lemari es kenapa asi dalam botol berubah menjadi dua bagian yaitu bagian atas seperti menggumpal sedangkan bagian bawah seperti air biasa, apakah asi tersebut masih bisa diminum? Terima kasih.

    • Pagi mbak Upik, mohon maaf baru sempat membalas comment-nya. Kondisi seperti itu ngga apa2 mbak. Itu hanya lemak ASI yang menggumpal. Botolnya digoyangkan perlahan saja, nanti akan tercampur lagi. Tapi tetap dicek dulu mbak, bagaimana rasa & baunya. Bila sudah basi, ya tetap harus dibuang. Semoga membantu :)

  5. mbk jadi sisa asip yang udah dicairin gk blh masuk ke kulkas lagi ya?di suhu ruang aj selama 5jam? oh ya untuk simpan asip di freezer apa harus ditaro dikulkas bawah dulu.sbl dimasukkna ke freezer .selama ini setelah perah ak taro langsung ke freezer.thx

    • Malam mbak Kandi, mohon maaf baru sempat membalas comment-nya :)
      – jadi sisa asip yang udah dicairin gk blh masuk ke kulkas lagi ya? >>> Iya mbak :)
      – di suhu ruang aj selama 5jam? >>> Iya mbak, biasanya lewat dari 5 jam sudah berubah bau dan rasanya.
      – untuk simpan asip di freezer apa harus ditaro dikulkas bawah dulu.sbl dimasukkna ke freezer .selama ini setelah perah ak taro langsung ke freezer. >>> Iya mbak, perubahan suhunya tidak boleh mendadak. Jadi harus bertahap, kulkas biasa dulu baru freezer. Begitu pula saat menghangatkan; freezer ke kulkas biasa, kulkas biasa ke suhu ruang, baru dihangatkan.

  6. halo mba imay, saya mo nanya, kalo asi yg sudah dipanasin (100cc) trus pd saat diminumkan ke bayi ternyata tdk habis (masih bersisa sekitar 30cc) dikarenakan bayi tersebut sudah kenyang dan tidur, kemudian bayi baru terbangun 2-3 jam, apakah sisa asi tersebut masih bisa dipanasin lg utk diminum karena susu tersebut kan sudah dingin?..trus mo nanya juga mba, kalo saya memanasin susu pake pemanas susu, nah susu itu bisa dipanasin sampai berapa lama? apakah bisa memanasin susu selama 12 jam..

    • Malam mbak Amy :) mohon maaf baru sempat membalas comment-nya sekarang. Saya bukan mbak Imay, tapi saya coba jawab ya :D Pemanasan susu sebaiknya tidak dilakukan berulang kali karena bisa merusak kandungan nutrisinya. Sebaiknya setelah dipanaskan langsung diminum dan dihabiskan. Untuk mencegah supaya tidak bersisa sehingga terbuang, sebaiknya dikurangi volume asi yang dipanaskan. Kalau memang sering bersisa 30 cc, berarti kapasitas minum anak mbak sekitar 70 cc, bukan 100 cc. Ubah penyimpanannya jangan per 100 cc tapi per 70 cc, sehingga sisa ASI yang terbuang bisa diminimalkan.
      Untuk pertanyaan kedua, waduh kok sampai 12 jam mbak? Lama sekali hehehe… Kalau memang belum waktunya minum ya simpan di dalam kulkas saja, karena lewat dari 5 jam di suhu ruang biasanya ASI sudah berubah bau dan rasanya :)

    • Malam mbak Tia, mohon maaf baru sempat membalas comment-nya sekarang :) rasanya sih ngga ya mbak, karena pemanasannya juga kan ngga lama2, asal hangat dan bukan sampai mendidih :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s