Pijat Bayi

Diterjemahkan bebas dari: Baby Massage

gambar diambil dari SINI

Pijat bayi merupakan cara yang menyenangkan untuk mengekspresikan kasih sayang kepada bayi Anda. Pijat bayi dapat menenangkan bayi Anda dan membantunya untuk tidur lebih pulas. Anda dan pasangan juga pasti akan merasa rileks dan senang.

Continue reading

Tinggalkan 4 Sehat 5 Sempurna!

Sumber: Kompas.com; Sabtu, 22 Januari 2011 | 15:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Empat sehat lima sempurna bukan lagi ukuran untuk mencapai standar gizi dan kesehatan, terutama untuk anak-anak.

Selama ini masyarakat salah kaprah mengenai program makanan sehat tersebut. Seharusnya masyarakat juga memerhatikan jumlah kalori  yang diberikan kepada anak, terutama anak usia sekolah.

Continue reading

Mengapa Menggendong Menghadap Depan Tidak Disarankan?

Diterjemahkan bebas dari: Is a Forward-Facing Carrier Any Good?

Mengapa Menggendong Hadap Depan Tidak Disarankan?

gambar diambil dari SINI

STIMULASI BERLEBIHAN

Ketika bayi digendong menghadap depan, ia akan menerima stimulasi yang terlalu berlebihan dari sekelilingnya. Terlalu banyak hal yang bisa dilihat bayi dalam waktu cepat yang bisa menyebabkan ia menjadi over-excited. Sama halnya seperti saat kita naik roller-coaster, terasa menyenangkan dan seru selama 10 – 15 menit. Tapi apakah masih terasa menyenangkan bila kita naik roller-coaster lebih lama dari itu?

Continue reading

Kegiatan Membaca Anak Usia 12 – 36 Bulan

Sumber: Buku Membangun Kecerdasan Anak 0 – 3 Tahun Melalui Membaca dan Bermain (drg. Wismiarti – dr. Retno Soendari – Neni Arriyani, S.Pd)

ANAK 12 – 18 BULAN

  • Berpura-pura akan lebih sering dilakukan anak di masa ini. Anak akan menggunakan benda untuk bermain simbolik (main pura-pura), seperti misalnya mengambil boneka dan menaikkannya di mobil-mobilan atau menidurkan bonekanya.
  • Continue reading

P3K : Benturan Kepala dan Tersedak

Sumber: Pertolongan Pertama pada Si Kecil (Majalah Inspired Kids Edisi Juli 2010)

Tak ada orangtua yang ingin anaknya celaka, tapi risiko itu tak bisa dihilangkan sama sekali meski telah dilakukan pencegahan. Ada baiknya Anda kuasai langkah-langkah P3K agar tak panik saat harus menangani cedera Si Kecil. Pada edisi ini, kami berikan langkah pertolongan pertama untuk benturan kepala dan tersedak.

BENTURAN KEPALA

Jatuh dan terbetur di bagian kepala merupakan kejadian yang pernah dialami hampir semua anak. Entah itu ketika mereka sedang main, berlari-lari lalu saling bertabrakan, atau ketika terjatuh. Terbentur pada kepala bisa juga terjadi karena pukulan. Atau, istilah medisnya adalah trauma kepala. Bila dilihat dari jenis cederanya, trauma kepala dibagi menjadi tiga golongan berikut:

  • Trauma Kepala Ringan. Gejala: meski timbul luka atau benjolan, keadaan anak sevara keseluruhan bai, dalam arti tidak ada luka, muntah, dan kejang.
  • Trauma Kepala Sedang atau disebut Gegar Otak. Gejala: setelah benturan, anak mengalami kehilangan atau penurunan kesadaran untuk beberapa saat, dan lupa akan kejadian tersebut. Keadaan tersebut timbul karena adanya gangguan fungsi sel saraf otak, namun tanpa disertai kerusakan sel sarafnya.
  • Trauma Kepala Berat. Gejala: setelah benturan, anak tidak sadar dalam waktu yang lama, kira-kira 5 – 10 menit. Kemudian ditemui ada luka atau memar, kejang-kejang, dan muntah-muntah. Pada trauma berat, perdarahan yang terjadi bukan hanya di kulit saja, tapi sudah sampai ke dalam otak atau di tulang tengkoraknya.

Segera lakukan hal berikut setelah anak terbentur:

  1. Bila anak masih bayi, rabalah bagian ubun-ubunnya, apakah menjendol atau tidak. Ubun-ubun yang menjendol menandakan adanya peningkatan tekanan dalam otak yang dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.
  2. Bila menemukan luka benjolan atau memar yang berdarah, tekan luka menggunakan kasa atau kain yang steril, lalu baringkan anak dengan posisi kepala dan bahu agak dinaikkan.
  3. Setelah perdarahan berhenti, tutup luka dengan plester. Segera cari bantuan medis jika luka cukup besar.
  4. Terkadang, muncul lebam atau benjol akibat perdarahan di bawah kulit pada bagian kepala yang terbentur. Jika demikian, kompreslah dengan es untuk mengurangi lebam dan besarnya benjol.

PERHATIAN!!

Ada baiknya Anda terus memonitor Si Kecil selama 12 – 24 jam untuk memastikan tidak ada tanda-tanda cedera kepala serius yang muncul kemudian. Segera bawa ke rumah sakit jika anak Anda mengalami satu atau lebih tanda-tanda berikut ini:

  • Sempat tidak sadar setelah kepalanya terbentur
  • Merasa sakit kepala, pusing, mual dan muntah
  • Pandangan menjadi kabur
  • Ada gangguan pada bola mata, misalnya bola mata miring sebelah
  • Respon dan tingkat kesadaran menurun
  • Bagian kepala yang terbentur terasa lembek
  • Muncul lebam di sekitar mata atau di belakang telinga
  • Keluar darah atau cairan bening dari hidung dan telinga

Continue reading

Hentikan Kebiasaan Buruk Saat Mendisiplin

Sumber: Majalah Parenting Indonesia Edisi November 2008

Hentikan kebiasaan buruk saat mendisiplin, mulai dari menuntut sampai memberi ancaman kosong. Gantilah taktik yang tidak berhasil dengan yang sudah terbukti sukses diterapkan oleh Dr. Marianne Neifert, M.D. (Dr. Mom).

Anak-anak bukan satu-satunya yang kadang berperilaku bisa bikin frustrasi. Jika Anda bertanya pada anak Anda, ia mungkin akan bilang, Anda pun bisa cukup menyebalkan, apalagi kalau sudah menyangkut urusan disiplin. Parahnya lagi, Anda mungkin sebenarnya sudah tahu betapa jeleknya Anda kalau sudah menuntut, berteriak, atau mengancam anak dengan berbagai konsekuensi yang tidak masuk akal.

Kok, bisa seperti itu, sih?

Mungkin Anda hanya terlalu lelah mencari cara-cara baru menghadapi kenakalan Si Kecil. Mungkin juga, ada satu teknik yang berhasil diterapkan beberapa kali, dan Anda masih saja menggunakannya, meski ternyata sudah tidak manjr lagi. Berbekal kesabaran (pada anak dan diri sendiri), Anda bisa belajar mendisiplin anak dengan lebih positif.

MENUNTUT

Kita semua menuntut. Dan, kita semua tahu betapa tak bergunanya cara itu. Entah anak Anda akan terpaksa berbohong (“Aku sudah cuci tangan! Beneran!”), atau ia akan belajar mengabaikan Anda.

Yang harus dilakukan: Lakukan kontak mata dan nyatakan harapan Anda setenang mungkin. Lebih sedikit kata-kata akan lebih baik. Alih-alih berkata: “Berapa kali, sih, Mama harus bilang kalau kamu tidak boleh makan di ruang tamu?”, katakan: “Makan tidak boleh di ruang tamu.” Ketika Anda ingin mengingatkan Si kecil untuk melakukan sesuatu, cobalah mengungkapkannya dengan kata yang sederhana, misalnya, “Jam tidur.”

Kapan pun memungkinkan, sambungkan permintaan Anda dengan sesuatu yang iangin dilakukan Si Kecil, misalnya, “Setelah kau membantu Mama merapikan puzzle, kita bisa main di luar.” Dan, cobalah untuk tidak terlalu banyak memberi perintah. Akan lebih mudah baginya untuk melakukan satu hal saja (memakai sepatu) daipada melakukan serentetan perintah sekaligus.

BERTERIAK

Apa yang terjadi ketika kita menuntut, terjadi juga ketika kita berteriak. Kita semua melakukannya, dan kita semua merasa bersalah tiap kali melakukannya. Bahkan jika memang membuahkan hasil, itu hanya akan mengajarkan pada anak-anak, ia boleh berteriak kalau marah.

Yang harus dilakukan: Marahi dia (anak Anda perlu tahu kesalahannya), tapi jangan sampai meninggikan nada suara atau kehilangan kesabaran. Amarah yang tepat adalah amarah yang menyebutkan kesalahannya (“Tidak boleh ciprat-ciprat air kalau sedang di dalam bak mandi”), berikan penjelasan atas larangannya (“Kalau di lantai ada air, jadinya becek dan licin”). Terapkan konsekuensi untuk kenakalannya (Kalau tidak berhenti ciprat-ciprat juga, Mama angkat kamu dari bak mandi”) dan berikan alternatif yang bisa diterima (“Kamu bisa menuangkan air ke cangkir ini atau memasukkan airnya kembali ke dalam bak”).

MENGUBAH PERMINTAAN JADI PERTANYAAN

Ketika masih jadi mahasiswa kedokteran, saya jadi tahu ternyata tidak boleh bertanya pada pasien-pasien cilik saya, “Boleh kulihat telingamu?” karena seringkali mereka akan menjawab, “Tidak!” lalu menutup telinga. Tapi, itu kebiasaan yang sulit untuk diubah, apalagi setelah berbulan-bulan memberi pertanyaan retorik pada Si Kecil sebagai cara menciptakan percakapan – -”Bagaimana kalau kita sarapan sekarang? Asyik, kan?”.

Yang harus dilakukan: Nada suara dan pilihan kata Anda bisa sangat berpengaruh dalam menciptakan kerjasama. Jadi, ingatlah untuk membentuk ekspektasi Anda dengan cara sopan dan hormat dengan menambahkan “tolong” dan “terima kasih”. “Mama minta tolong ya, sekarang matikan TV, lalu kamu siap-siap.”

MEMBERI PERINGATAN KOSONG

Peringatan yang baik bisa manjur dalam strategi pendisiplinan. Masalah muncul ketika Anda mengancam dengan marah, dan terlalu melebih-lebihkan (“Kalau kamu begitu lagi, Mama tidak akan mengajakmu keluar seharian”), atau tidak bisa spesifik (“Lihat saja. Kamu pasti menyesal nanti”).

Sama halnya, ancaman yang tertunda tidak akan ada dampaknya bagi batita atau anak usia prasekolah yang masih terlalu fokus pada kejadian saat ini, sehingga lupa apa yang ia lakukan 2 menit lalu (“Kalau tidak berhenti melempar bola, kita tidak akan pergi ke toko buku siang nanti”). Hasilnya? Kelihatannya tidak ada konsekuensu dari kenakalannya. Dan, jika Anda memberi hukuman nanti, kesannya Anda hanya terlihat keras dan sewenang-wenang.

Yang harus dilakukan: Buatlah peringatan yang lebih spesifik dan langsung. (“Mama peringatkan ya. Kalau kamu tidak mengembalikan mainan itu pada adikmu, Mama terpaksa menghukummy tidak boleh mail untuk sementara’”). Pakai nada suara yang tegas dan tenang, yang memperjelas bahwa Anda yang berkuasa. Jika batita Anda tidak mengubah perilakunya, tanpa menunggu-nunggu lagi, terapkan hukumannya, mungkin sambil menambahkan, “Kelihatannya kamu lebih memilih dihukum.”

MEMBERI JANJI YANG TIDAK REALISTIS

Entah itu meminta mainan yang tidak benar-benar Anda setujui, atau pergi ke tempat yang mahal, anak-anak seringkali mengajukan permintaan yang sulit. Tapi, alih-alih memberi jawaban yang jujur, kita berusaha menghindari konflik dengan memberi jawabanyang tidak jelas, seperti, “Kita lihat saja nanti.” Padahal, menghindari masalah hanya akan membuat anak Anda frustrasi dan merasa seolah-olah tidak dianggap serius.

Yang harus dilakukan: Katakan terus terang — apalagi jika hal yang diinginkannya benar-benar mustahil dikabulkan. Tapi, berikan penjelasan padanya. Misalnya, jika ia minta Gameboy, katakan, “Mama tahu teman-temanmu punya mainan itu dan kamu ingin punya juga. Tapi menurut Mama itu bukan mainan yang bagus untuk anak seumurmu.”

Dan, jika permintaan anak usia prasekolah Anda sebenarnya masuk akal, akui saja. Misalnya, jika ia ingin ke pantai, beritahu dia bahwa Anda juga merasa piknik ke pantai sangat menyenangkan. Lalu, Anda bisa menambahkan, “Mama tidak bisa berjanji apakah kita akan pergi ke pantai musim liburan nanti. Tapi kalau Papa dan Mama sedang merencanakan liburan, kami akan bertanya padamu juga.”

TERLALU SERING MINTA MAAF

Meminta maaf ketika Anda melakukan kesalahan adalah tindakan yang memperkuat ikatan Anda dengan anak-anak. Tapi, anak kecil pun bisa merasakan bila permintaan maaf Anda tidak tulus. Dan, terus-terusan minta maaf untuk kesalahan yang sama lama-lama jadi tidak berpengaruh. Saya tidak akan pernah lupa pada kejadian setelah saya (lagi-lagi) minta maaf pada anak-anak karena mengomeli mereka selama jadwal bersih-bersih rutin Sabtu pagi. Anak sulung saya, Peter, waktu itu 10 tahun, hanya memandang saya, dan dengan kalem bertanya, “Kenapa Mama selalu minta maaf setiap minggu? Kenapa tidak berhenti saja bersih-bersih?”. Setelah sempat terpana, saya mempertimbangkan sarannya, menyewa tukang bersih-bersih, serta berhenti bertengkar dengan anak-anak soal tugas-tugas rumahtangga. (Saya tidak heran lho, ketika Peter kemudian menjadi psikiater)

Yang harus dilakukan: Upayakan dengan tulus untuk mengurangi, misalnya, berteriak. Sebenarnya, ada dua bagian dari sebuah permintaan maaf — kata-kata Anda dan tindakan Anda. Jadi, jika Anda mendapati diri berkali-kali minta maf untuk kesalahan yang sama, cobalah introspeksi diri. Anda juga bisa mencari saran atau pendapat lain dengan bicara pada ibu Anda atau teman yang memiliki anak sedikit lebih besar. Siapa tahu mereka punya pengalaman sama, dan Anda bisa belajar dari keberhasilan mereka mengatasinya.

MENGACUHKAN ANAK

Meski menghapuskan beberapa hak istimewa bisa menjadi hukuman yang efektif, mengacuhkan anak ketika ia ingin berbaikan atau mendiamkannya setelah ia melakukan kenakalan, bisa membuatnya merasa tak cukup berharga untuk mendapat cinta dan kasih sayang Anda. Atau, pura-pura jalan terus ketika Si kecil sedang asyik berlama-lama di suatu tempat, bisa saja membuatnya bergegas kembali ke sisi Anda. namun taktik itu hanya memperkuat ketakutannya untuk ditinggalkan.

Yang harus dilakukan: Beritahu Si Kecil betapa marahnya Anda. Hanya saja, lakukan dengan tenang tanpa membuatnya merasa ditolak. Tujuan Anda adalah menjelaskan bahwa perilakunyalah yang membuat Anda kesal, dan bukan dirinya sendiri. Jika Anda masih emosi, bilang padanya kalau Anda masih menyayanginya dan akan membahas perilakunya nanti. Tentu saja setelah Anda punya kesempatan untuk mendinginkan kepala. Jeda waktu akan membuat Anda berpikir lebih jernih.

Mudah sekali bagi orangtua untuk terjerumus ke dalam jurang masalah pendisiplinan. Jadi, sesekali, luangkanlah waktu untuk memikirkan cara-cara paling tepat yang bisa membuat anak Anda berperilaku baik. Teliti juga apakah Anda perlu memperbaiki teknik Anda. Semakin banyak interaksi positif Anda dengan anak-anak, semua akan semakin bahagia.

——————————————————————————————————————————————————————–

Marianne Neifert, M.D., adalah dokter anak, ibu lima anak, dan pengarang Dr. Mom’s Prescription for Preschoolers

 

Makanan untuk Bayi Sakit

Sumber: Buku Variasi Makanan Sehat Bayi (Wied Harry Apriadji)

gambar diambil dari SINI

Berikan ASI seperti biasa. Bayi biasanya tetap mau menyusu, tetapi sedikit-sedikit. Bersabarlah untuk terus memberikan ASI. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan ASI lebih sering dari biasanya. Tetaplah rileks dan jangan panik dengan kondisi bayi Anda. tetap konsumsi makanan bergizi dalam jumlah cukup agar produksi ASI tetap baik.

Bayi sakit biasanya malas makan. Ini hal yang wajar dan alamiah. Ketika sedang sakit, sistem metabolisme tubuh mengurangi aktivitasnya untuk mencerna. Sebaliknya, tubuh lebih fokus pada aktivitas penyerapan nutrisi dan pemulihan. Oleh karena itu, ketika bayi sedang sakit sebaiknya berikan makanan yang mudah dicerna. Jus buah atau puree buah bisa diberikan lebih sering.

Untuk sementara, fokuskan makanan bayi pada makanan lengkap mudah cerna, yaitu makanan nabati (vegetarian) daripada makanan hewani. Jika dimakan sendiri-sendiri, makanan nabati butuh waktu cerna 2 – 3 jam, sedangkan makanan hewani butuh waktu cerna 4 – 6 jam. Untuk memperkaya kandungan proteinnya, campurkan tempe atau polong-polingan (kacang hijau, kacang merah, dan kacang tolo – dimasak hingga empuk dan dihaluskan).

Saat bayi sakit, sering kali ia diberi makanan yang dilumatkan dengan perkiraan makanan tersebut mudah dicerna. Padahal, makanan bertekstur halus hanya membantu proses pencernaan di dalam mulut. Namun, jika makanan halus tersebut banyak dicampur sumber protein hewani maka secara kimiawi sulit dicerna tubuh bayi yang sedang sakit. Oleh karena itu, jika Anda ingin mencampurkan makanan hewani ke dalam makanan bayi sakit, tambahkan sedikit saja. Sebaiknya pilih makanan hewani mudah cerna, seperti telur dan keju alami. Daging ikan bisa menjadi pilihan berikutnya.

Berikan makanan ketika masih hangat agar bayi lebih lahap makan. Berikan sedikit-sedikit dalam porsi kecil, tetapi sering.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 41 other followers

%d bloggers like this: